Accessibility Tools

Peringatan Isra Mi’raj 1447 H di UPI Cibiru: Menata Ulang Orientasi Hidup dan Menguatkan Karakter Sivitas Akademika

Dalam rangka memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Cibiru menyelenggarakan kegiatan keagamaan pada Kamis, 23 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan Kampus UPI Cibiru dan dihadiri oleh sivitas akademika Kampus UPI Cibiru.

Peringatan Isra Mi’raj tahun ini mengangkat tema “Mi’raj dalam Menata Ulang Orientasi Hidup”. Tema tersebut dipilih sebagai upaya mengajak sivitas akademika untuk merefleksikan makna peristiwa Isra Mi’raj sebagai momentum spiritual dalam menata kembali arah dan tujuan hidup, baik dalam konteks akademik, profesional, maupun kehidupan bermasyarakat. Refleksi ini sejalan dengan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam membangun sumber daya manusia yang berkarakter, berintegritas, dan berkesadaran sosial.

Tausiyah Isra Mi’raj disampaikan oleh Dr. H. Hafidz Muslih, M.Ag. Dalam penyampaiannya, beliau menegaskan bahwa peristiwa Isra Mi’raj merupakan peristiwa luar biasa yang sarat akan nilai-nilai ketauhidan dan pembinaan karakter. Shalat sebagai inti dari peristiwa Isra Mi’raj menjadi sarana pembentukan kedisiplinan, ketenangan batin, serta keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat. Nilai-nilai tersebut relevan dengan upaya mendukung SDGs Tujuan 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui kesehatan mental dan spiritual, serta SDGs Tujuan 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui pembentukan pribadi yang berakhlak dan bertanggung jawab.

Kegiatan berlangsung dengan tertib, khidmat, dan penuh perhatian dari seluruh peserta. Melalui peringatan Isra Mi’raj ini, diharapkan sivitas akademika Kampus UPI Cibiru mampu menginternalisasi nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dapat berkontribusi dalam mewujudkan SDGs Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan karakter, etika, dan tanggung jawab sosial dalam menjalankan peran akademik maupun sosial di tengah masyarakat.

  • Dilihat: 157

Menginspirasi Dunia Akademik! Dr. Agil Nanggala, M.Pd., Dosen PGSD UPI Kampus Cibiru, Diundang 27 Kali sebagai Pembicara Nasional Sepanjang 2025

Dr. Agil Nanggala, M.Pd., Dosen PGSD Kampus UPI di Cibiru Menorehkan Prestasi dengan Diundang Sebanyak 27x sebagai Pembicara dalam Forum Resmi, Ilmiah, Kepemimpinan dan Kepemudaan pada Tahun 2025

 

Dr. Agil Nanggala, M.Pd., Dosen PGSD Kampus UPI di Cibiru telah diundang dan menjadi pembicara atau narasumber sebanyak 27x pada 2025 di berbagai forum resmi, umumnya berkaitan dengan kepemimpinan, ilmiah, kepemudaan dan motivasi. Konsistensi Dr. Agil Nanggala, M.Pd., untuk bersedia dan terlibat selaku pembicara atau narasumber tersebut tentu begitu berkaitan dengan tridharma perguruan tinggi yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut dipandang oleh Dr. Agil Nanggala, M.Pd., sebagai wahana strategis untuk meningkatkan literasi, merubah paradigma berpikir dan menjadi wahana bersama untuk melatih sikap kepemimpinan, kompetensi serta karakter yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila.

Komitmen untuk menjadi seorang pembicara atau narasumber yang mudah dihubungi, inklusif, tidak mengenakan tarif dan InsyaAllah berkompeten diawali oleh pengalamannya sebagai aktivis pada waktu dahulu. Mengingat pernah dalam satu kejadian mencari dan menghubungi pemateri atau narasumber yang mumpuni, tetapi terhambat oleh tarif yang di luar kemampunan kepanitiaan mahasiswa.

Secara substantif aktifnya Dr. Agil Nanggala, M.Pd., sebagai pemateri atau narasumber pada Tahun 2025, tentu mencerminkan substansi SDGs atau Sustainable Development Goals, khususnya poin: 4) Quality Education (Pendidikan Berkualitas),

10) Reduced Inequalities (Berkurangnya Kesenjangan), serta 17) Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Semoga komitmen dan konsistensi Dr. Agil Nanggala, M.Pd., untuk menjadi pemateri atau narasumber yang inklusif, tanpa mahar serta InsyaAllah berkompeten, turut berkontribusi dalam meningkatkan civic literacy mahasiswa dan masyarakat, mengangkat nama harum PGSD Kampus UPI di Cibiru, dan berdampak positif pada terwujudnya generasi emas Indonesia 2045.

SDG 4 : Pendidikan Berkualitas, SDGs 8 : Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonom

  • Dilihat: 164

Sosialisasi Pendidikan Antikorupsi & Integritas Pancasila Membangun Karakter Bangsa yang Bersih dan Beretika Tekankan Filosofi dan Nilai Integritas bagi Mahasiswa

 

 

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Cibiru menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pendidikan Antikorupsi pada Rabu, 17 Desember 2025 pukul 08.00 WIB. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Biru Auditorium Bumi Siliwangi Lantai 3 dan diikuti oleh mahasiswa semester 3, 5, dan 7. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kampus dalam menanamkan nilai-nilai integritas serta membangun budaya akademik yang bersih dan beretika.

Sosialisasi pendidikan antikorupsi bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada mahasiswa mengenai filosofi antikorupsi serta konsep dan praktik antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kegiatan ini, mahasiswa diajak untuk memahami bahwa korupsi tidak hanya dimaknai sebagai pelanggaran hukum dalam skala besar, tetapi juga dapat bermula dari perilaku tidak jujur, penyalahgunaan kepercayaan, dan ketidakdisiplinan yang terjadi dalam lingkungan akademik.

Materi sosialisasi disampaikan oleh Bapak Dr. Edi Kusnadi M.Pd., dan Ibu Dr. Dinie Anggraeni, M.Pd., M.H. Para narasumber memaparkan konsep antikorupsi secara sistematis, mulai dari landasan filosofis antikorupsi, nilai-nilai dasar yang melandasinya, hingga pentingnya internalisasi nilai tersebut dalam kehidupan mahasiswa. Nilai kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, keadilan, dan integritas menjadi poin utama yang ditekankan selama kegiatan berlangsung.

Dalam pemaparannya, narasumber juga menegaskan peran strategis mahasiswa sebagai agen perubahan (agent of change) dalam mencegah dan menolak perilaku koruptif. Mahasiswa, khususnya sebagai calon pendidik, diharapkan mampu menjadi teladan dalam bersikap dan bertindak, baik di lingkungan kampus maupun di masyarakat luas. Dengan demikian, pendidikan antikorupsi tidak hanya berhenti pada pemahaman konsep, tetapi juga diwujudkan dalam perilaku nyata.

Melalui kegiatan Sosialisasi Pendidikan Antikorupsi ini, UPI Kampus Cibiru berharap mahasiswa dapat memiliki kesadaran kritis terhadap bahaya korupsi serta mampu menginternalisasi nilai-nilai antikorupsi sebagai bagian dari karakter pribadi dan profesional. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam membangun budaya antikorupsi di lingkungan kampus serta mendukung terwujudnya lulusan UPI yang berkarakter, berintegritas, dan berkomitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan.

 

  • Dilihat: 109

Young Citizen Festival: Kreativitas untuk Keunggulan Bangsa, Wadah Inovasi Mahasiswa PKn UPI Kampus Cibiru

 

 

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Cibiru menyelenggarakan kegiatan Young Citizen Festival: Kreativitas untuk Keunggulan Bangsa sebagai bagian dari Proyek Akhir Mata Kuliah Pendalaman Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) pada Rabu, 17 Desember 2025. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa kelas Pendalaman PKn semester 7 dan menjadi ruang aktualisasi kreativitas serta inovasi mahasiswa dalam bidang Pendidikan Kewarganegaraan dengan dosen Dr. Dinie Anggraeni Dewi, M.Pd., M.H. dan Dr. Agil Nanggala, M.Pd.

Young Citizen Festival dirancang sebagai ajang pemaparan karya inovatif mahasiswa yang berfokus pada penguatan nilai-nilai PKn. Dalam kegiatan ini, mahasiswa menampilkan berbagai bentuk inovasi pembelajaran, baik berupa website edukatif, media digital interaktif, media visual, maupun media pembelajaran kreatif lainnya yang bertujuan membantu pemahaman nilai-nilai PKn secara kontekstual dan menarik.

Sebanyak 24 kelompok mahasiswa menampilkan hasil karya terbaik mereka. Setiap kelompok mempresentasikan ide, konsep, serta keunggulan inovasi yang dikembangkan, dengan menekankan relevansi nilai-nilai PKn seperti demokrasi, kebangsaan, integritas, partisipasi warga negara, dan tanggung jawab sosial dalam kehidupan sehari-hari. Karya-karya yang ditampilkan mencerminkan kemampuan mahasiswa dalam mengintegrasikan teori PKn dengan kebutuhan pembelajaran di era digital.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk memahami konsep PKn secara teoretis, tetapi juga mampu mengemas nilai-nilai tersebut ke dalam media yang kreatif, komunikatif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik. Young Citizen Festival menjadi sarana pembelajaran autentik yang mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis, kolaboratif, dan inovatif sebagai calon pendidik dan warga negara yang berdaya saing.

Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari seluruh peserta. Mahasiswa secara bergantian mempresentasikan inovasi mereka, disertai dengan diskusi dan apresiasi terhadap setiap karya yang ditampilkan. Suasana festival yang interaktif mencerminkan semangat kolaborasi dan kreativitas dalam mengembangkan Pendidikan Kewarganegaraan yang relevan dengan tantangan zaman.

Melalui penyelenggaraan Young Citizen Festival: Kreativitas untuk Keunggulan Bangsa, UPI Kampus Cibiru berharap mahasiswa mampu mengembangkan kompetensi profesional sebagai calon pendidik PKn yang inovatif, adaptif, dan berkarakter. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam pengembangan pembelajaran PKn yang bermakna serta berkontribusi dalam membentuk generasi muda yang cerdas, kritis, dan berintegritas demi keunggulan bangsa.

 

  • Dilihat: 100

Mahasiswa PGSD UPI Cibiru Masuk 5 Besar Nasional Lomba Microteaching KARSA 2025: wujudkan Pendidikan Berkualitas

Palangka Raya, 1 Desember 2025 Ajang Kompetisi Akademik dan Seni (KARSA) Tingkat Nasional 2025 yang diselenggarakan oleh Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Tampung Penyang Palangka Raya kembali menghadirkan talenta-talenta terbaik dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Dalam pengumuman 5 besar nasional, cabang Lomba Microteaching menjadi salah satu kategori yang menarik perhatian karena menampilkan calon pendidik yang mampu mempraktikkan keterampilan mengajar secara kreatif, komunikatif, dan inovatif.

Dari lima peserta terbaik yang berhasil masuk babak final nasional, dua di antaranya merupakan mahasiswa dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), termasuk kampus pusat dan kampus di daerah.

Daftar 5 Besar Lomba Microteaching KARSA 2025

Alivia Ata Dinarzah (Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Cibiru)

Jenny (IAHN Tampung Penyang Palangka Raya)

Rizky Ahmadil Anhar (Universitas Palangka Raya)

Tri Silviya Pujyunah (Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Cibiru)

Yetmi (IAHN Tampung Penyang Palangka Raya)

Keberhasilan dua wakil UPI dalam cabang microteaching ini menunjukkan kompetensi mahasiswa dalam mengelola pembelajaran secara profesional, terutama pada era pendidikan abad 21 yang menuntut penggunaan teknologi, pendekatan inovatif, serta strategi pedagogis yang efektif.

Makna Kompetisi Microteaching KARSA 2025

Lomba microteaching menjadi ruang strategis untuk menguji kemampuan calon guru dalam merancang pembelajaran, mengelola kelas, serta menyampaikan materi secara efisien dalam waktu terbatas. MASUKNYA mahasiswa UPI dalam 5 besar nasional membuktikan kualitas pendidikan calon guru yang dibina melalui kurikulum, bimbingan, dan ekosistem pembelajaran profesional di berbagai kampus UPI.

Kompetisi ini juga memperkuat upaya peningkatan kualitas pendidikan sebagaimana selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 4, yaitu Quality Education. Ajang microteaching tingkat nasional menjadi wahana penting dalam menyiapkan pendidik masa depan yang kompeten, berkarakter, serta mampu bersaing di ranah global.

Prestasi, SDG 4 : Pendidikan Berkualitas

  • Dilihat: 149

Halaman 3 dari 14