Accessibility Tools
Salah satu Alumni PGSD Kampus UPI di Cibiru kembali menorehkan prestasi. Afifah Khoirunnisa yang semasa kuliahnya angkatan 2020 dan lulus pada tahun 2024 dinyatakan lulus sebagai Guru Sekolah Indonesia Bangkok yang digagas oleh kemendikbud. Selamat atas torehan prestasinya.
Cibiru, 3 Juli 2025 — Dua program studi unggulan Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Cibiru, yakni Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD), telah menjalani visitasi akreditasi internasional secara daring oleh lembaga ACQUIN (Accreditation, Certification and Quality Assurance Institute) pada tanggal 3 dan 4 Juli 2025.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penjaminan mutu pendidikan tinggi berbasis standar internasional, dengan menilai berbagai aspek seperti kurikulum, proses pembelajaran, tata kelola, sumber daya, serta keterlibatan pemangku kepentingan dalam pengembangan program studi.
Meski dilaksanakan secara daring, asesmen berlangsung lancar dan profesional. Tim asesor ACQUIN melakukan peninjauan dokumen, wawancara dengan pimpinan kampus, ketua program studi, dosen, mahasiswa, alumni, serta mitra dunia usaha dan industri melalui platform video konferensi.
Partisipasi aktif seluruh elemen, mulai dari dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan hingga mitra eksternal, menjadi bukti komitmen UPI Cibiru dalam membangun program studi yang unggul dan berstandar internasional.
Dengan terlaksananya visitasi ini, besar harapan bahwa Prodi PGSD dan PGPAUD Kampus UPI Cibiru akan memperoleh pengakuan internasional dari ACQUIN, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan institusi global di masa mendatang.
UPI Kampus Cibiru kembali menjalin kerjasama internasional dengan Universitas TERMEZ STATE UNIVERSITY di Uzbekistan. Kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan terutama di kedua universitas. Terdapat 5 program studi yang bekerja sama yakni Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD), Pendidikan Multimedia, Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), dan Teknik Komputer (Tekkom).
Jakarta Barat — Dosen dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UPI Kampus Cibiru turut hadir dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan Rapat Kerja Penelaahan Tahap II Revisi Buku Teks Utama yang diselenggarakan dalam rangka penyusunan Buku Pendidikan Tahun 2025.
Kegiatan ini dilaksanakan di Jl. Hayam Wuruk No.125, RT.5/RW.6, Mangga Besar, Kec. Taman Sari, Kota Jakarta Barat, DKI Jakarta 11180, dan dihadiri oleh para pendidik dari berbagai daerah. Penelaahan buku difokuskan pada jenjang Kelas III, VI, IX, dan XII, dengan tujuan menyempurnakan materi ajar agar lebih sesuai dengan kebutuhan kurikulum dan perkembangan zaman.
Dalam kegiatan ini, Bu Syifa Nailul Muna Aljamaliah, M.Pd., dosen PGSD UPI Cibiru, turut berpartisipasi sebagai salah satu penulis. Kehadiran beliau menjadi representasi kontribusi aktif akademisi dalam memastikan kualitas dan kebermanfaatan materi ajar di setiap jenjang pendidikan dasar dan menengah.
Revisi buku teks utama ini tidak hanya menekankan pada aspek penyajian materi secara informatif, tetapi juga memperhatikan penerapan pendekatan deep learning dalam pembelajaran. Dengan pendekatan ini, peserta didik didorong untuk memahami konsep secara mendalam, membangun pemikiran kritis, dan mengembangkan kemampuan reflektif yang berkelanjutan. Oleh karena itu, proses penelaahan diarahkan untuk memastikan bahwa buku yang disusun mampu memfasilitasi pengalaman belajar yang aktif, bermakna, dan menantang secara intelektual.
Keterlibatan dosen PGSD UPI Cibiru dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional. Tidak hanya berkontribusi pada pengembangan sumber belajar yang berkualitas, keikutsertaan ini juga memperkuat upaya dalam menghadirkan pembelajaran yang mendorong pemahaman mendalam, bukan sekadar hafalan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan buku teks utama yang dihasilkan dapat menjadi pijakan penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang tidak hanya informatif, tetapi juga transformatif—mendorong siswa untuk berpikir kritis, memecahkan masalah, dan membangun makna secara utuh dalam setiap materi yang dipelajari.
Bandung, 16 Juni 2025 – Mahasiswa Program Penguatan Profesional Kependidikan (P3K) Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Cibiru sukses menyelenggarakan Seminar dengan judul “PAMUNGKAS (Pagelaran Musik dari Barang Bekas”. Kegiatan ini dilaksanakan di SDN 019 Pabaki Bandung dan diikuti oleh 78 peserta yang terdiri atas kepala sekolah, seluruh guru dan staf sekolah, serta siswa-siswi. Seminar ini adalah bagian dari kegiatan program P3K yang digagas oleh mahasiswa Simanjuntak Grace Octora (ketua pelaksana), Ainun Nurlatifah, Putri Hurun, Reviliani, dan Yoga Firmansyah, dengan pendampingan dari Dosen Pembimbing Lapangan, Ranu Sudarmansyah, M. Pd.
Pada seminar ini menghadirkan bapak Ranu Sudarmansyah, M. Pd sebagai pemateri dalam menyampaikan tentang barang bekas, manfaat dan fungsinya, serta hasil dari pemanfaatan barang bekas tersebut yang dapat menunjukan bakat siswa-siswi di SDN 019 Pabaki bandung. Seminar tersebut menghasilkan penampilan dari siswa-siswi yang berjumlah 18 orang dalam bermain alat musik dari barang bekas dan bernyanyi. Siswa-siswi awalnya diarahkan untuk membawa beberapa barang bekas dari rumah masing-masing, seperti botol kosong berisi sedikit beras, ember atau kaleng yang sudah tidak terpakai, botol kaca yang sudah tidak terpakai, dan beberapa sendok. Pertemuan pertama, mereka diajak untuk mengetahui terlebih dahulu kegiatan yang akan dilakukan, menentukan lagu, dan diberikan pengertian bagaimana caranya mengenal ketukan dan membuat ketukan dari barang bekas yang akan dipakai. Pada pertemuan kedua, mereka mulai membawa alat yang mereka punya.
Setiap pertemuan Latihan hanya memerlukan waktu 1 jam. Di pertemuan ketiga, mereka sudah dapat beradaptasi dengan alat masing-masing. Namun, terkadang ada kendala seperti beberapa dari anggota tidak dapat hadir karena sakit atau sedang ada keperluan sehingga anak-anak yang hadir sedikit kesulitan dalam mengatur ketukan. Mereka sangat bersemangat untuk dapat tampil dengan menunjukan hasil latihan mereka. Walau hampir setiap latihan mereka harus mengulang beberapa kali karena ada salah ketukan, hal tersebut tidak menyurutkan keinginan mereka untuk dapat tampil dengan bagus.
Terlepas dari semangat anak-anak, ternyata semangat dan dukungan dari orangtua mereka pun sangat besar. Orangtua mereka sangat senang ketika siswa-siswa dapat tampil. Respon bagus dari orangtua ketika anak-anak sedang latihan membuat anak-anak dan kami turut bersemangat ketika latihan berlangsung. Ketika tampil, siswa mengenakan baju pangsi dengan ikat kepala dan siswi mengenakan kebaya. Seminar ini membawakan banyak dampak positif bagi seluruh pihak. Antusiasme dari siswa-siswi, guru di SDN 019 Pabaki, serta orangtua siswa-siswi tersebut sejak awal terbentuknya “Pamungkas” merupakan jalan bagi kami dalam melaksanakan kegiatan ini. Banyaknya dukungan untuk siswa-siswi memberikan mereka semangat untuk latihan dan tampil dengan baik.
Melalui seminar ini, banyak pembelajaran berharga yang tersampaikan. Dimulai dari pengertian dan contoh nyata tentang penggunaan barang bekas yang menjadi manfaat sehingga anak-anak tidak hanya paham akan pengertiannya saja melainkan dengan contoh melalui hal yang mereka lakukan. Kemudian, tanggapan positif dari guru, orangtua siswa, bahkan siswa-siswi anggota Pamungkas yang membuat acara ini berjalan dengan lancar. Lalu terdapat bukti nyata jika kerjasama yang bagus akan memberikan hasil yang bagus juga, dan kami sebagai guru dapat melihat bakat dari siswa-siswi anggota Pamungkas yang dapat dikembangkan pada jenjang berikutnya.
Halaman 9 dari 15