Accessibility Tools
Dua mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Cibiru, Anisa Rohmah Hasanah dan Indri Salsabila, berhasil merebut Juara 1 kategori Mahasiswa dalam Kompetisi Inovasi Bandung Bedas 2025. Kemenangan ini mengukuhkan kiprah mahasiswa PGSD sebagai penggerak inovasi pendidikan yang relevan bagi pengembangan daerah.
Bertemakan “From Vision to Action: Be The Next Innovator”, Bandung Bedas 2025 menjadi panggung bagi talenta muda untuk menampilkan gagasan-gagasan solutif. Di bawah bimbingan Triana Lestari, S.Psi., M.Pd., Anisa dan Indri mempresentasikan karya yang dinilai mampu menjembatani kebutuhan pendidikan dasar dengan solusi kreatif yang aplikatif di lapangan.
“Ini bukan hanya soal gelar, melainkan bukti bahwa ide-ide pendidikan yang lahir di kampus dapat berdampak nyata bagi sekolah dan komunitas,” kata Triana Lestari. “Saya bangga melihat cara mereka merancang solusi yang berdasar pada kebutuhan nyata guru dan siswa.”
Kesan serupa disampaikan pemenang. Anisa menjelaskan, “Kompetisi ini memaksa kami berpikir pragmatis: bagaimana visi inovatif bisa diubah menjadi tindakan konkret di kelas. Kami berterima kasih atas dukungan prodi dan dosen pembimbing yang membimbing dari konsep hingga prototipe.” Indri menambahkan bahwa proses lomba memperkuat kemampuan kolaborasi, riset kecil, dan presentasi ilmiah mereka.
Prestasi ini tidak hanya mempertegas prestise individu maupun program studi, tetapi juga relevan dengan agenda pembangunan global. Kemenangan tersebut sejalan dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) karena mendorong kualitas pendidikan guru dan akses terhadap praktik pembelajaran inovatif. Selain itu, aspek inovasi dan pengembangan solusi teknologi/pedagogis yang ditampilkan mendukung SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), khususnya upaya mendorong kapasitas inovatif generasi muda untuk memperkuat infrastruktur edukasi yang adaptif.
Pihak Program Studi PGSD menyatakan akan terus mendorong mahasiswa untuk berpartisipasi pada berbagai kompetisi dan program yang memperkaya kompetensi profesional. “Kemenangan ini menjadi motivasi untuk memperluas program pengembangan kreativitas dan literasi inovasi bagi mahasiswa,” ujar perwakilan prodi.
Prestasi Anisa dan Indri menjadi contoh nyata bagaimana perguruan tinggi—melalui pembimbingan yang sistematis dan wadah kompetisi—dapat melahirkan solusi yang relevan bagi pendidikan. Semoga capaian ini memicu lebih banyak karya kreatif dari mahasiswa PGSD UPI Cibiru demi kemajuan pendidikan nasional.
Prestasi, SDGs 4 : Pendidikan Berkualitas, SDGs 9 : Industri, Inovasi, dan Infrastruktur
Dalam upaya meningkatkan pemahaman dan penerapan nilai-nilai Pancasila serta kewarganegaraan di kalangan generasi muda. Pada hari Jumat, tanggal 07 November 2025, Tim dosen Kelompok Bidang Keahlian Pendidikan Kewarganegaraan (KBK PKn) Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Kampus UPI di Cibiru telah melaksanakan webinar nasional Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) Tahun 2025 yang berkolaborasi dengan dua universitas ternama yaitu Universitas Negeri Yogyakarta dan Universitas Tadulako yang diselenggarakan secara online melalui zoom meeting.
Webinar Nasional PKn ini menyusung tema “Transformasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di Era Disruptif: Tantangan dan Inovasi dalam Mendukung Pembangunan Berkelanjutan” yang dihadiri oleh 700 lebih peserta dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa, dosen, dan praktisi pendidikan dengan menghadirkan enam narasumber inspiratif yang kompeten di bidangnya, antara lain:
1. Dr. Dinie Anggraeni Dewi, M.Pd., M.H. dari Universitas Pendidikan Indonesia;
2. Dr. Agil Nanggala, M.Pd. dari Universitas Pendidikan Indonesia;
3. Dr. Yayuk Hidayah, M.Pd. dari Universitas Negeri Yogyakarta;
4. Dr. Iqbal Arpannudin, M.Pd. dari Universitas Negeri Yogyakarta;
5. Asep Anggi Buldani, M.Pd., M.H dari Universitas Tadulako;
6. Sukmawati, M.Pd. Universitas Tadulako.
Webinar Nasional Pkn ini diselenggarakan pertama kali sebagai wadah bagi para akademisi, praktisi pendidikan, mahasiswa, dan pemerhati pendidikan kewarganegaraan untuk berdiskusi, berbagi gagasan, serta merumuskan strategi inovatif dalam pengembangan pembelajaran PKn di era digital.

Melalui kegiatan ini diharapkan muncul pemikiran dan rekomendasi yang dapat memperkuat peran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, kritis, adaptif, serta berwawasan global namun tetap berakar pada nilai-nilai Pancasila. Dengan webinar ini, transformasi pendidikan kewarganegaraan tidak hanya menjadi jawaban atas tantangan era disruptif, tetapi juga menjadi kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Acara ditutup dengan harapan agar nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan relevan di kalangan generasi muda, serta dapat menjadi landasan dalam membangun masyarakat yang berkeadilan dan berkelanjutan. Peserta diharapkan dapat menerapkan hasil diskusi dan pengetahuan yang didapat dalam kehidupan sehari-hari serta dalam proses belajar mengajar di institusi masing-masing.
Penulis: Siti Hawa
SDGs 4 : Pendidikan Berkualitas, SDGs 17 : Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
Kuala Lumpur, 4 November 2025 — Enam mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Cibiru resmi diterima untuk melaksanakan Program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL), Malaysia.
Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama antara Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dengan Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) di bawah naungan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, sebagai bentuk nyata kolaborasi pendidikan lintas negara yang berorientasi pada mutu dan profesionalisme calon pendidik.
Adapun mahasiswa yang mengikuti program ini yaitu:
Daffa Wahid Prasetyo (2202915)
Anisa Nur Asfiyah (2209161)
Abdul Aziz Sidik (2208372)
Firman Achmad Firdaus (2204227)
Intan Afiyah Sukmawan (2202460)
Salsa Nabila (2209662)
Penerimaan mahasiswa dilaksanakan pada Senin, 27 Oktober 2025, pukul 09.00 waktu Malaysia, bertempat di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) di bawah koordinasi langsung KBRI Kuala Lumpur.
Acara diawali dengan sambutan dari perwakilan kampus UPI dan pihak SIKL, dilanjutkan dengan sesi perkenalan mahasiswa serta penyerahan simbolis dan orientasi awal mengenai lingkungan sekolah, budaya kerja, dan kegiatan praktik kependidikan yang akan dijalankan selama masa PPL.
Dalam sambutannya, perwakilan dari Sekolah Indonesia Kuala Lumpur menyampaikan apresiasi atas kerja sama dengan UPI.
“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa UPI Cibiru. Kami percaya mereka akan membawa semangat baru, kreativitas, serta nilai-nilai pendidikan yang positif bagi siswa kami. Program ini bukan hanya tentang praktik mengajar, tetapi juga tentang pertukaran nilai dan budaya antar generasi pendidik,” ujar pihak SIKL.
Sementara itu, Dr. Dinie Anggraeni Dewi, M.Pd., M.H., selaku Sekretaris Program Studi PGSD UPI Kampus Cibiru, menegaskan bahwa program ini merupakan langkah strategis dalam memperluas pengalaman belajar mahasiswa di ranah global.
“Program PPL internasional ini menjadi bagian dari komitmen PGSD UPI Cibiru untuk mencetak calon guru yang tidak hanya kompeten dalam pedagogik, tetapi juga memiliki wawasan global, karakter kuat, dan kemampuan beradaptasi lintas budaya. Ini adalah bentuk nyata implementasi Tridharma Perguruan Tinggi yang berorientasi pada SDGs,” ungkap Dr. Dinie.
Salah satu peserta, Daffa Wahid Prasetyo, menyampaikan kesan dan harapannya setelah resmi diterima sebagai peserta PPL di Kuala Lumpur.
“Kesempatan ini menjadi pengalaman yang luar biasa bagi saya dan teman-teman. Kami belajar tentang pendidikan, budaya, dan profesionalisme dalam konteks internasional. Semoga kami bisa memberikan kontribusi terbaik dan membawa nama baik UPI di tingkat global,” ujar Daffa penuh semangat.
Program ini juga mencerminkan kontribusi UPI terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya:
SDGs 4: Pendidikan Berkualitas, dengan meningkatkan kompetensi calon guru agar siap menghadapi tantangan global dan menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, inovatif, dan berdaya saing.
SDGs 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi internasional antara UPI dan KBRI Kuala Lumpur dalam memperkuat jejaring pendidikan lintas negara.
Dengan semangat profesionalisme dan nasionalisme, mahasiswa PGSD UPI Cibiru diharapkan mampu menjadi duta pendidikan Indonesia, yang tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter, budaya, dan semangat kebangsaan di kancah internasional.
SDGs 4 : Pendidikan Berkualitas, SDGs 17 : Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, SDGs
Bandung, 22 Oktober 2025 — Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Cibiru resmi menjalin kerja sama akademik dengan PGSD Universitas Negeri Padang (UNP). Pertemuan yang berlangsung di Kampus UPI Cibiru ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antarinstitusi, khususnya dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. H. Karim Suryadi, M.Si., selaku Direktur UPI Kampus Cibiru. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya sinergi antarlembaga pendidikan tinggi dalam membangun ekosistem pembelajaran yang inovatif dan berkelanjutan.
“Kerja sama ini bukan sekadar pertemuan formal, tetapi sebuah komitmen bersama untuk melahirkan guru-guru yang unggul, kreatif, dan berkarakter. Kolaborasi seperti ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat pendidikan dasar di Indonesia,” ujar Prof. Karim.
Sementara itu, Prof. Dr. Yanti Fitria, M.Pd., Ketua Departemen PGSD Universitas Negeri Padang, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari UPI Kampus Cibiru dan menegaskan harapannya agar kerja sama ini menjadi awal dari kolaborasi jangka panjang.
“Kami melihat UPI Cibiru sebagai mitra strategis yang memiliki semangat serupa dalam pengembangan pendidikan dasar. Kami berharap kerja sama ini dapat melahirkan program bersama yang berdampak bagi guru dan siswa di seluruh Indonesia,” ungkap Prof. Yanti.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh 20 dosen UNP dan 80 mahasiswa UNP, serta 20 dosen dan 30 mahasiswa UPI Cibiru, yang bersama-sama berdiskusi dan bertukar gagasan mengenai penguatan pendidikan dasar, strategi pengembangan profesional guru, serta inovasi pembelajaran berbasis teknologi dan kearifan lokal.
Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama dan diskusi tindak lanjut untuk merancang program kolaboratif, seperti pertukaran dosen, penelitian bersama, dan pelatihan berbasis praktik reflektif bagi calon guru sekolah dasar.
Kerja sama antara UPI Kampus Cibiru dan UNP ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) Nomor 4, yaitu “Menjamin pendidikan yang inklusif dan berkualitas serta mendorong kesempatan belajar sepanjang hayat bagi semua.”
Melalui kolaborasi ini, kedua institusi berkomitmen untuk:
Meningkatkan mutu pendidikan guru sekolah dasar,
Mendorong penelitian kolaboratif yang relevan dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21,
Mengembangkan praktik pembelajaran inovatif dan berorientasi pada karakter, serta
Mewujudkan pemerataan akses pendidikan berkualitas di seluruh wilayah Indonesia.
SDGs 4 : Pendidikan Berkualitas, SDGs 17 : Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, SDGs
Pada hari Rabu, tanggal 22 Oktober 2025, telah berlangsung kegiatan Sosialisasi Diploy yang diselenggarakan oleh Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BPSDMP Kominfo) yang dihadiri oleh Ibu Nur Azizah, S.Si., M.Si. selaku Kepala BPSDMP Kominfo Bandung dan Muhammad Fauzan, S.Kom. beserta tim yang bertempat di Hotel Kimaya Braga, Bandung. Dalam kegiatan tersebut, lima mahasiswa dari Kampus UPI di Cibiru terpilih sebagai peserta yang didampingi oleh Dosen SI Pendidikan Guru Sekolah Dasar Kampus UPI di Cibiru Ibu Dr. Dinie Anggraeni Dewi, M.Pd. M.H. Para mahasiswa tersebut adalah:
Kegiatan Sosialisasi Diploy ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa dalam bidang komunikasi dan informatika, serta mendorong partisipasi aktif mereka dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Sosialisasi ini sejalan dengan tujuan ke-4 dari Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu "Quality Education" (Pendidikan Berkualitas). Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang relevan untuk menghadapi tantangan di dunia kerja dan berkontribusi dalam pembangunan masyarakat.
Acara dimulai pada pukul 09.00 WIB dan diakhiri pada pukul 16.00 WIB Selama kegiatan berlangsung, peserta diberikan materi mengenai penggunaan platform DIploy.id, sosialisasi Virtual Interenship, tata cara interview dan penyusunan CV.
SDGs 4 : Pendidikan Berkualitas, SDGs 9 : Industri, Inovasi, dan Infrastruktur
Halaman 5 dari 15