Accessibility Tools
Bandung, 1 Desember 2025 — Dua tim terbaik dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Kampus UPI Cibiru resmi berpartisipasi dalam babak final Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) 2025 Divisi Microteaching Digital Pendidikan. Kompetisi nasional yang diselenggarakan pada 1–4 Desember 2025 ini berlangsung di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, dan mempertemukan mahasiswa dari berbagai universitas dalam adu inovasi pembelajaran berbasis teknologi.
Kedua tim yang mewakili UPI Cibiru adalah Tim Arsantara dan Tim Aradewa, yang sebelumnya berhasil lolos tahap seleksi nasional berkat kreativitas dan inovasi microteaching digital yang mereka kembangkan. Adapun tim Tim Arsantara diketuai oleh Siti Hawa (2206835) dengan anggota Ayu Rahmawati (2207420), Kharisma Salsabila Sofa (2209612), serta Nabilahthul Fuadah (2203828). Sedangkan untuk tim Aradewa diketuai oleh Riesma Aulia Salsabila (2204386) dan Nurul Mutia Ramdhani (2203790), Rif’an Fazrin Zulfikar (2308845), Sizka Amelia Febrianti (2303677) sebagai anggota. Kedua tim dibimbing oleh Ranu Sudarmansyah, M.Pd., dosen PGSD UPI Cibiru.
Kesan dan Harapan Para Peserta
Siti Hawa, ketua Tim Arsantara, menyampaikan rasa bangga sekaligus tantangan positif mengikuti kompetisi tingkat nasional:
“LIDM memberikan pengalaman berharga bagi kami untuk berinovasi dan mengembangkan pembelajaran digital yang relevan. Kami berharap karya ini dapat bermanfaat dan digunakan secara luas dalam dunia pendidikan.”
Sementara itu, ketua Tim Aradewa, Riesma Aulia Salsabila, menambahkan:
“Bisa lolos ke final adalah pencapaian besar. Kami belajar bagaimana menggabungkan teknologi, pedagogi, dan kreativitas dalam pembelajaran. Pengalaman di Surabaya ini sangat membuka wawasan kami.”
Dosen pembimbing, Ranu Sudarmansyah, M.Pd., memberikan apresiasi dan harapannya:
“Kedua tim telah menunjukkan dedikasi luar biasa. LIDM bukan sekadar kompetisi, tetapi sarana untuk menyiapkan calon guru yang inovatif dan adaptif terhadap transformasi digital. Saya berharap pengalaman ini menguatkan kompetensi mereka sebagai pendidik masa depan.”
Prestasi, SDG 4 : Pendidikan Berkualitas, SDGs 17 : Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
Bandung, 2025 — Prestasi kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Cibiru. Fitria Ichsan Eka Putri, berhasil meraih Medali Emas pada ajang Airlangga Competition 12 tingkat nasional, sebuah kompetisi akademik bergengsi yang diselenggarakan oleh PT. Lentera Pendidikan Indonesia pada 16 November 2025.
Fitria, yang mengikuti lomba di bidang Bahasa Indonesia, dinobatkan sebagai peraih Medali Emas setelah melalui proses seleksi ketat bersama peserta dari berbagai universitas di seluruh Indonesia. Nilai akhir yang diraihnya, yakni A+, menegaskan kualitas akademik dan kemampuan literasinya yang unggul.
Kesan dan Pernyataan Peserta
Usai diumumkan sebagai peraih medali emas, Fitria menyampaikan rasa syukur dan harapannya:
“Saya merasa sangat bersyukur dan bangga dapat meraih Medali Emas pada kompetisi ini. Prosesnya tidak mudah, tetapi usaha dan latihan yang konsisten akhirnya membuahkan hasil. Saya berharap prestasi ini bisa menginspirasi teman-teman lain untuk terus berani mencoba dan mengembangkan kemampuan terbaik mereka,” ujar Fitria.
Makna Prestasi bagi PGSD UPI Cibiru
Capaian ini menjadi bukti nyata kualitas pembelajaran di PGSD UPI Cibiru yang menekankan penguatan literasi, kreativitas, dan kompetensi akademik mahasiswa. Kompetisi tingkat nasional seperti Airlangga Competition menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk mengasah potensi, berkompetisi secara sehat, dan menyiapkan diri sebagai calon pendidik yang cerdas dan visioner.
Prestasi Fitria juga memperkuat komitmen PGSD UPI Cibiru dalam melahirkan lulusan unggul serta mendukung pencapaian SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kompetensi akademik mahasiswa di berbagai bidang.
Dengan keberhasilan ini, Fitria Ichsan Eka Putri diharapkan dapat terus berkarya dan menginspirasi, tidak hanya bagi mahasiswa PGSD UPI Cibiru, tetapi juga bagi generasi muda Indonesia yang berkomitmen pada keunggulan dan prestasi akademik.
Bandung, 2025 — Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Cibiru. Ervina Puji Nurfajri, mahasiswi PGSD, berhasil meraih Juara 2 Tingkat Nasional pada Lomba Simulasi Mengajar ke-6 Tahun 2025 kategori Guru Kelas, mengungguli ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Kompetisi ini diikuti oleh 279 peserta dari 28 universitas, menjadikannya salah satu ajang kompetisi pedagogik terbesar dan paling kompetitif di tingkat nasional. Capaian Ervina merupakan indikasi kuat bahwa mahasiswa PGSD UPI Cibiru memiliki kompetensi pedagogik, kreativitas pembelajaran, serta ketajaman profesionalisme yang siap bersaing di dunia pendidikan modern.
Pernyataan Peserta
Dalam wawancara singkatnya, Ervina Puji Nurfajri mengungkapkan rasa syukur dan motivasinya setelah berhasil menjadi finalis terbaik kedua.
“Saya sangat bersyukur bisa meraih Juara 2 dalam ajang sebesar ini. Kompetisi ini menjadi pengalaman berharga untuk mengasah kemampuan mengajar secara kreatif dan profesional. Saya berharap prestasi ini dapat memotivasi teman-teman lain untuk terus percaya diri dan mengembangkan potensi sebagai calon guru masa depan,” ujar Ervina.
Pernyataan Dosen Pembimbing
Prestasi Ervina tidak lepas dari bimbingan Dr. Dede Trie Kurniawan, S.Si., M.Pd., dosen PGSD UPI Cibiru sekaligus pembimbing kompetisi.
“Ervina menunjukkan dedikasi dan karakter kuat sebagai calon guru profesional. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa PGSD memiliki kapasitas untuk bersaing di tingkat nasional. Kami akan terus mendukung mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan pedagogik, kreativitas, dan inovasi pembelajaran,” ungkap Dr. Dede.
R
Prestasi, Lomba, SDG 4 : Pendidikan Berkualitas
Pulau Pinang, Januari 2025 — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Cibiru kembali mencatat pencapaian gemilang di kancah internasional. Pada ajang USM–AUSC International Sports Innovation Challenge 2025, yang digelar di Setia Spice Arena, Pulau Pinang, Malaysia, para inovator UPI Cibiru berhasil meraih medali emas, perak, dan perunggu dari berbagai kategori, menegaskan posisi kampus sebagai pusat inovasi olahraga, sains, dan teknologi yang kompetitif di tingkat global.
Kompetisi internasional yang diselenggarakan oleh Universiti Sains Malaysia (USM) bekerja sama dengan Asian University Sports Council (AUSC) ini menghadirkan peserta dari berbagai negara, mulai dari peneliti, profesional olahraga, pelatih, hingga mahasiswa. Dengan mengangkat tema “Empowering Innovation, Performance, and Health Through Sports Science, Engineering, and Technology”, lomba ini memberikan ruang strategis bagi berkembangnya ide-ide visioner yang berdampak pada masa depan ilmu keolahragaan dan teknologi kesehatan.
Prestasi UPI Cibiru di Berbagai Kategori
Kategori Profesional
UPI Cibiru menunjukkan dominasi yang impresif melalui raihan:
Medali Emas:
Tim Dr. Rendi Restiana Sukardi, M.Pd.
Tim Syifa Nailul Muna A., M.Pd.
Tim Dr. Dinie Anggraeni Dewi, M.Pd.
Medali Perak:
Tim Dr. Yeni Yuniarti, M.Pd., dan Mirawati, M.Pd.
Medali Perunggu:
Tim Dr. Tita Mulyati, M.Pd.
Kategori Postgraduate
Medali Perak:
Rini Apriyani, S.Pd.
Aulia Ihza, S.Pd.
Medali Perunggu:
Rania, S.Pd.
Kategori Undergraduate
1st Runner Up:
Siti Hawa
Capaian ini sekaligus menandai bangkitnya generasi inovator muda UPI Cibiru yang mampu bersaing secara global.
UPI Cibiru di Panggung Internasional
Kompetisi ini mempertandingkan inovasi di empat bidang utama—sains olahraga, rekayasa teknologi, kesehatan, dan digitalisasi pendidikan. Di tengah ketatnya persaingan, raihan medali dari UPI Cibiru bukan hanya sebuah penghargaan, tetapi juga menjadi bukti konkret bahwa kampus ini:
memiliki kapasitas riset yang matang,
melahirkan inovasi yang berdampak,
menampilkan potensi terbaik pendidik, peneliti, dan mahasiswa Indonesia.
Kehadiran UPI Cibiru dalam ajang internasional ini juga memperluas jejaring kolaborasi global, membuka peluang pengembangan riset bersama, serta memperkuat diplomasi akademik di kawasan Asia.
Kontribusi terhadap SDGs
Prestasi UPI Cibiru dalam kompetisi ini memiliki relevansi strategis terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama:
1. SDGs 3 — Good Health and Well-being
Inovasi dalam olahraga, rekayasa kesehatan, dan teknologi tubuh manusia berkontribusi pada peningkatan kesehatan, kebugaran, dan performa atletik masyarakat.
2. SDGs 4 — Quality Education
Keikutsertaan pendidik dan mahasiswa dalam ajang internasional menjadi bukti peningkatan kualitas pendidikan tinggi, khususnya dalam riset terapan dan pembelajaran inovatif berbasis sains dan teknologi.
3. SDGs 9 — Industry, Innovation, and Infrastructure
Karya-karya inovatif yang dipresentasikan pada kompetisi ini mendorong lahirnya solusi ilmiah baru yang mendukung pengembangan industri olahraga, teknologi rekayasa, serta penguatan ekosistem inovasi nasional.
Menoreh Jejak Kejayaan di Pentas Dunia
Prestasi ini menegaskan bahwa UPI Cibiru bukan hanya unggul di ranah kependidikan, tetapi juga menjadi kekuatan penting dalam inovasi olahraga, teknologi, dan sains di tingkat internasional. Keberhasilan meraih medali di berbagai kategori menjadi penanda bahwa UPI Cibiru melangkah pasti, memperluas jejaring global, dan menorehkan kejayaan bagi bangsa.
Dengan torehan prestasi ini, UPI Cibiru sekali lagi membuktikan kapasitasnya sebagai kampus inovasi yang berdaya saing global—hadir membawa gagasan baru, solusi konkret, dan inspirasi bagi perkembangan pendidikan serta olahraga di Indonesia dan dunia.
SDG 4 : Pendidikan Berkualitas, SDGs 3 : Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDGs 9 : Industri, Inovasi, dan Infrastruktur
Program Studi S1 PGSD Kampus UPI di Cibiru melaksanakan kegiatan Kuliah Lapangan Mata Kuliah Pendalaman Materi IPA SD pada tanggal 12–13 November 2025 di Taman Wisata Alam (TWA) Pangandaran. Kegiatan ini diikuti oleh 60 mahasiswa semester 7 dan didampingi oleh tiga dosen pembimbing, yaitu Dr. Dede Margo Irianto, M.Pd., Hana Yunansah, S.Si., M.Pd., dan Mega Laeni, S.Pd., M.Si.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap konsep-konsep IPA, khususnya pada materi ekosistem pesisir. Mahasiswa melakukan observasi langsung untuk mengidentifikasi komponen biotik dan abiotik, menganalisis interaksi antarorganisme, serta mencermati karakteristik lingkungan pesisir dan hutan pantai Pangandaran. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman secara nyata tentang bagaimana ekosistem bekerja dan bagaimana setiap komponen saling memengaruhi. Proses ini menjadi bagian penting dalam penguatan literasi ekologi, yaitu kemampuan memahami hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya.
Selama kegiatan, mahasiswa melakukan pencatatan data lapangan, mendokumentasikan temuan biologis, serta mendiskusikan hasil pengamatan secara kelompok. Mahasiswa juga diarahkan untuk menarik kesimpulan ilmiah berdasarkan data yang diperoleh, sehingga mereka mampu mengembangkan pola pikir kritis dan keterampilan proses sains.
Pelaksanaan kuliah lapangan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Penerapan SDG 4 (Quality Education) tampak melalui pembelajaran berbasis pengalaman yang meningkatkan pemahaman ilmiah mahasiswa. Sementara itu, SDG 15 (Life on Land) tercermin melalui pengamatan langsung terhadap keanekaragaman hayati, konservasi ekosistem, dan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan.
Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi akademik, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa melalui kerja sama, kedisiplinan, dan tanggung jawab selama observasi di lapangan. Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa PGSD Kampus UPI di Cibiru semakin memiliki kepedulian ekologis serta pemahaman yang lebih komprehensif tentang lingkungan sehingga mampu menerapkan perspektif keberlanjutan dalam berbagai konteks pembelajaran IPA.
Kontributor: Mega Laeni
SDGs 4 : Pendidikan Berkualitas, SDGs 15 : Ekosistem Darat
Halaman 4 dari 14