Accessibility Tools

Sosialisasi Pendidikan Antikorupsi & Integritas Pancasila Membangun Karakter Bangsa yang Bersih dan Beretika Tekankan Filosofi dan Nilai Integritas bagi Mahasiswa

 

 

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Cibiru menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pendidikan Antikorupsi pada Rabu, 17 Desember 2025 pukul 08.00 WIB. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Biru Auditorium Bumi Siliwangi Lantai 3 dan diikuti oleh mahasiswa semester 3, 5, dan 7. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kampus dalam menanamkan nilai-nilai integritas serta membangun budaya akademik yang bersih dan beretika.

Sosialisasi pendidikan antikorupsi bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada mahasiswa mengenai filosofi antikorupsi serta konsep dan praktik antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kegiatan ini, mahasiswa diajak untuk memahami bahwa korupsi tidak hanya dimaknai sebagai pelanggaran hukum dalam skala besar, tetapi juga dapat bermula dari perilaku tidak jujur, penyalahgunaan kepercayaan, dan ketidakdisiplinan yang terjadi dalam lingkungan akademik.

Materi sosialisasi disampaikan oleh Bapak Dr. Edi Kusnadi M.Pd., dan Ibu Dr. Dinie Anggraeni, M.Pd., M.H. Para narasumber memaparkan konsep antikorupsi secara sistematis, mulai dari landasan filosofis antikorupsi, nilai-nilai dasar yang melandasinya, hingga pentingnya internalisasi nilai tersebut dalam kehidupan mahasiswa. Nilai kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, keadilan, dan integritas menjadi poin utama yang ditekankan selama kegiatan berlangsung.

Dalam pemaparannya, narasumber juga menegaskan peran strategis mahasiswa sebagai agen perubahan (agent of change) dalam mencegah dan menolak perilaku koruptif. Mahasiswa, khususnya sebagai calon pendidik, diharapkan mampu menjadi teladan dalam bersikap dan bertindak, baik di lingkungan kampus maupun di masyarakat luas. Dengan demikian, pendidikan antikorupsi tidak hanya berhenti pada pemahaman konsep, tetapi juga diwujudkan dalam perilaku nyata.

Melalui kegiatan Sosialisasi Pendidikan Antikorupsi ini, UPI Kampus Cibiru berharap mahasiswa dapat memiliki kesadaran kritis terhadap bahaya korupsi serta mampu menginternalisasi nilai-nilai antikorupsi sebagai bagian dari karakter pribadi dan profesional. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam membangun budaya antikorupsi di lingkungan kampus serta mendukung terwujudnya lulusan UPI yang berkarakter, berintegritas, dan berkomitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan.

 

  • Dilihat: 149

Young Citizen Festival: Kreativitas untuk Keunggulan Bangsa, Wadah Inovasi Mahasiswa PKn UPI Kampus Cibiru

 

 

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Cibiru menyelenggarakan kegiatan Young Citizen Festival: Kreativitas untuk Keunggulan Bangsa sebagai bagian dari Proyek Akhir Mata Kuliah Pendalaman Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) pada Rabu, 17 Desember 2025. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa kelas Pendalaman PKn semester 7 dan menjadi ruang aktualisasi kreativitas serta inovasi mahasiswa dalam bidang Pendidikan Kewarganegaraan dengan dosen Dr. Dinie Anggraeni Dewi, M.Pd., M.H. dan Dr. Agil Nanggala, M.Pd.

Young Citizen Festival dirancang sebagai ajang pemaparan karya inovatif mahasiswa yang berfokus pada penguatan nilai-nilai PKn. Dalam kegiatan ini, mahasiswa menampilkan berbagai bentuk inovasi pembelajaran, baik berupa website edukatif, media digital interaktif, media visual, maupun media pembelajaran kreatif lainnya yang bertujuan membantu pemahaman nilai-nilai PKn secara kontekstual dan menarik.

Sebanyak 24 kelompok mahasiswa menampilkan hasil karya terbaik mereka. Setiap kelompok mempresentasikan ide, konsep, serta keunggulan inovasi yang dikembangkan, dengan menekankan relevansi nilai-nilai PKn seperti demokrasi, kebangsaan, integritas, partisipasi warga negara, dan tanggung jawab sosial dalam kehidupan sehari-hari. Karya-karya yang ditampilkan mencerminkan kemampuan mahasiswa dalam mengintegrasikan teori PKn dengan kebutuhan pembelajaran di era digital.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk memahami konsep PKn secara teoretis, tetapi juga mampu mengemas nilai-nilai tersebut ke dalam media yang kreatif, komunikatif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik. Young Citizen Festival menjadi sarana pembelajaran autentik yang mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis, kolaboratif, dan inovatif sebagai calon pendidik dan warga negara yang berdaya saing.

Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari seluruh peserta. Mahasiswa secara bergantian mempresentasikan inovasi mereka, disertai dengan diskusi dan apresiasi terhadap setiap karya yang ditampilkan. Suasana festival yang interaktif mencerminkan semangat kolaborasi dan kreativitas dalam mengembangkan Pendidikan Kewarganegaraan yang relevan dengan tantangan zaman.

Melalui penyelenggaraan Young Citizen Festival: Kreativitas untuk Keunggulan Bangsa, UPI Kampus Cibiru berharap mahasiswa mampu mengembangkan kompetensi profesional sebagai calon pendidik PKn yang inovatif, adaptif, dan berkarakter. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam pengembangan pembelajaran PKn yang bermakna serta berkontribusi dalam membentuk generasi muda yang cerdas, kritis, dan berintegritas demi keunggulan bangsa.

 

  • Dilihat: 134

Mahasiswa PGSD UPI Cibiru Masuk 5 Besar Nasional Lomba Microteaching KARSA 2025: wujudkan Pendidikan Berkualitas

Palangka Raya, 1 Desember 2025 Ajang Kompetisi Akademik dan Seni (KARSA) Tingkat Nasional 2025 yang diselenggarakan oleh Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Tampung Penyang Palangka Raya kembali menghadirkan talenta-talenta terbaik dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Dalam pengumuman 5 besar nasional, cabang Lomba Microteaching menjadi salah satu kategori yang menarik perhatian karena menampilkan calon pendidik yang mampu mempraktikkan keterampilan mengajar secara kreatif, komunikatif, dan inovatif.

Dari lima peserta terbaik yang berhasil masuk babak final nasional, dua di antaranya merupakan mahasiswa dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), termasuk kampus pusat dan kampus di daerah.

Daftar 5 Besar Lomba Microteaching KARSA 2025

Alivia Ata Dinarzah (Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Cibiru)

Jenny (IAHN Tampung Penyang Palangka Raya)

Rizky Ahmadil Anhar (Universitas Palangka Raya)

Tri Silviya Pujyunah (Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Cibiru)

Yetmi (IAHN Tampung Penyang Palangka Raya)

Keberhasilan dua wakil UPI dalam cabang microteaching ini menunjukkan kompetensi mahasiswa dalam mengelola pembelajaran secara profesional, terutama pada era pendidikan abad 21 yang menuntut penggunaan teknologi, pendekatan inovatif, serta strategi pedagogis yang efektif.

Makna Kompetisi Microteaching KARSA 2025

Lomba microteaching menjadi ruang strategis untuk menguji kemampuan calon guru dalam merancang pembelajaran, mengelola kelas, serta menyampaikan materi secara efisien dalam waktu terbatas. MASUKNYA mahasiswa UPI dalam 5 besar nasional membuktikan kualitas pendidikan calon guru yang dibina melalui kurikulum, bimbingan, dan ekosistem pembelajaran profesional di berbagai kampus UPI.

Kompetisi ini juga memperkuat upaya peningkatan kualitas pendidikan sebagaimana selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 4, yaitu Quality Education. Ajang microteaching tingkat nasional menjadi wahana penting dalam menyiapkan pendidik masa depan yang kompeten, berkarakter, serta mampu bersaing di ranah global.

Prestasi, SDG 4 : Pendidikan Berkualitas

  • Dilihat: 188

Dua Tim Microteaching Dari PGSD UPI Cibiru Melaju ke Final LIDM 2025 di Surabaya, Wujudkan Inovasi Pembelajaran Berkelanjutan (SDG 4 & 17)

Bandung, 1 Desember 2025 — Dua tim terbaik dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Kampus UPI Cibiru resmi berpartisipasi dalam babak final Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) 2025 Divisi Microteaching Digital Pendidikan. Kompetisi nasional yang diselenggarakan pada 1–4 Desember 2025 ini berlangsung di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, dan mempertemukan mahasiswa dari berbagai universitas dalam adu inovasi pembelajaran berbasis teknologi.

Kedua tim yang mewakili UPI Cibiru adalah Tim Arsantara dan Tim Aradewa, yang sebelumnya berhasil lolos tahap seleksi nasional berkat kreativitas dan inovasi microteaching digital yang mereka kembangkan. Adapun tim Tim Arsantara diketuai oleh Siti Hawa (2206835) dengan anggota Ayu Rahmawati (2207420), Kharisma Salsabila Sofa (2209612), serta Nabilahthul Fuadah (2203828). Sedangkan untuk tim Aradewa diketuai oleh Riesma Aulia Salsabila (2204386) dan Nurul Mutia Ramdhani (2203790), Rif’an Fazrin Zulfikar (2308845), Sizka Amelia Febrianti (2303677) sebagai anggota. Kedua tim dibimbing oleh Ranu Sudarmansyah, M.Pd., dosen PGSD UPI Cibiru.

Kesan dan Harapan Para Peserta

Siti Hawa, ketua Tim Arsantara, menyampaikan rasa bangga sekaligus tantangan positif mengikuti kompetisi tingkat nasional:

“LIDM memberikan pengalaman berharga bagi kami untuk berinovasi dan mengembangkan pembelajaran digital yang relevan. Kami berharap karya ini dapat bermanfaat dan digunakan secara luas dalam dunia pendidikan.”

Sementara itu, ketua Tim Aradewa, Riesma Aulia Salsabila, menambahkan:

“Bisa lolos ke final adalah pencapaian besar. Kami belajar bagaimana menggabungkan teknologi, pedagogi, dan kreativitas dalam pembelajaran. Pengalaman di Surabaya ini sangat membuka wawasan kami.”

Dosen pembimbing, Ranu Sudarmansyah, M.Pd., memberikan apresiasi dan harapannya:

“Kedua tim telah menunjukkan dedikasi luar biasa. LIDM bukan sekadar kompetisi, tetapi sarana untuk menyiapkan calon guru yang inovatif dan adaptif terhadap transformasi digital. Saya berharap pengalaman ini menguatkan kompetensi mereka sebagai pendidik masa depan.”

Prestasi, SDG 4 : Pendidikan Berkualitas, SDGs 17 : Kemitraan untuk Mencapai Tujuan

  • Dilihat: 241

Mahasiswa PGSD UPI Cibiru Raih Medali Emas pada Airlangga Competition 12 Tingkat Nasional: Wujudkan SGDs 4

Bandung, 2025 — Prestasi kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Cibiru. Fitria Ichsan Eka Putri, berhasil meraih Medali Emas pada ajang Airlangga Competition 12 tingkat nasional, sebuah kompetisi akademik bergengsi yang diselenggarakan oleh PT. Lentera Pendidikan Indonesia pada 16 November 2025.

Fitria, yang mengikuti lomba di bidang Bahasa Indonesia, dinobatkan sebagai peraih Medali Emas setelah melalui proses seleksi ketat bersama peserta dari berbagai universitas di seluruh Indonesia. Nilai akhir yang diraihnya, yakni A+, menegaskan kualitas akademik dan kemampuan literasinya yang unggul.

Kesan dan Pernyataan Peserta

Usai diumumkan sebagai peraih medali emas, Fitria menyampaikan rasa syukur dan harapannya:

“Saya merasa sangat bersyukur dan bangga dapat meraih Medali Emas pada kompetisi ini. Prosesnya tidak mudah, tetapi usaha dan latihan yang konsisten akhirnya membuahkan hasil. Saya berharap prestasi ini bisa menginspirasi teman-teman lain untuk terus berani mencoba dan mengembangkan kemampuan terbaik mereka,” ujar Fitria.

Makna Prestasi bagi PGSD UPI Cibiru

Capaian ini menjadi bukti nyata kualitas pembelajaran di PGSD UPI Cibiru yang menekankan penguatan literasi, kreativitas, dan kompetensi akademik mahasiswa. Kompetisi tingkat nasional seperti Airlangga Competition menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk mengasah potensi, berkompetisi secara sehat, dan menyiapkan diri sebagai calon pendidik yang cerdas dan visioner.

Prestasi Fitria juga memperkuat komitmen PGSD UPI Cibiru dalam melahirkan lulusan unggul serta mendukung pencapaian SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kompetensi akademik mahasiswa di berbagai bidang.

Dengan keberhasilan ini, Fitria Ichsan Eka Putri diharapkan dapat terus berkarya dan menginspirasi, tidak hanya bagi mahasiswa PGSD UPI Cibiru, tetapi juga bagi generasi muda Indonesia yang berkomitmen pada keunggulan dan prestasi akademik.

  • Dilihat: 217

Halaman 4 dari 15