Accessibility Tools
Sukabumi, 11 Agustus 2026 — UPI melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Transformasi Digital Pedagogi Pancasila Berbasis GreenMetric: Pelatihan Mobile Learning dalam Mewujudkan Eco-Friendly Paperless Classroom” di SDN Pangestu, Sukabumi. Kegiatan diikuti lebih dari 50 guru dari SDN Pangestu, SDN Margawangi, dan SD Islam As-Syafi’iyah.
Kegiatan menghadirkan Dr. Dinie Anggraeni Dewi, M.Pd., M.H., Dr. Yeni Yuniarti, M.Pd., Dr. Agil Nanggala, M.Pd., dan Winti Ananthia, M.Ed. dengan materi mengenai literasi lingkungan, digitalisasi pendidikan, paperless classroom, dan Eco Pancasila.
Pelatihan mendorong guru memanfaatkan mobile learning dan media digital untuk menciptakan pembelajaran yang lebih efektif sekaligus mengurangi penggunaan kertas. Pendekatan ini juga mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dengan kepedulian terhadap lingkungan dan pemanfaatan teknologi.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari semangat UPI Berdampak, khususnya melalui penguatan kompetensi guru dan penerapan inovasi pembelajaran yang ramah lingkungan. Kolaborasi perguruan tinggi dan sekolah diharapkan dapat menghasilkan praktik pembelajaran digital yang berkelanjutan.
Kegiatan ini selaras dengn SDGS 4 Pendidikan Berkualitas dengan meningkatkan kompetensi guru dan kualitas pembelajaran, SDGS 12 Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab dengan mendorong pengurangan penggunaan kertas melalui paperless clasroom, dan SDGS 13 Penanganan Perubahan Iklim dengan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan melalui praktik pembelajaran berkelanjutan.
SDG 4 : Pendidikan Berkualitas, SDGs 13 : Penanganan Perubahan Iklim, SDGs 12 : Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab
Bandung, 21 Juli 2026 — Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UPI Kampus Cibiru berkolaborasi dengan SMP Habibi Bina Cendikia Boarding School melalui kegiatan In House Training (IHT) bertema “Empowering Teachers for Digital Harmony: Penguatan Pembelajaran Berbasis Kebhinekaan melalui Pendekatan Deep Learning.”
Kegiatan menghadirkan Dr. Dinie Anggraeni Dewi, M.Pd., M.H., dosen PGSD UPI Kampus Cibiru, sebagai narasumber. IHT bertujuan memperkuat kompetensi guru dalam menerapkan pembelajaran yang inovatif, bermakna, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi dengan tetap mengedepankan nilai kemanusiaan, karakter, dan kebhinekaan.
Dalam pemaparannya, Dr. Dinie menekankan bahwa Deep Learning atau Pembelajaran Mendalam tidak hanya berfokus pada penyampaian informasi, tetapi mendorong peserta didik untuk memahami, menghubungkan, merefleksikan, dan menerapkan pengetahuan dalam kehidupan nyata. Teknologi juga diarahkan sebagai sarana untuk meningkatkan kreativitas, kolaborasi, dan keterlibatan peserta didik.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui diskusi dan aktivitas kelompok. Guru diajak menyusun “Aksi Nyata Guru: Membangun Kelas Harmoni Digital” sebagai upaya menerapkan pembelajaran mendalam dalam praktik kelas.
Kolaborasi ini menjadi bentuk implementasi Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya dalam berbagi pengetahuan dan inovasi pendidikan kepada satuan pendidikan. Melalui kegiatan tersebut, PGSD UPI Kampus Cibiru diharapkan terus memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas dan profesionalisme guru.
Kegiatan ini sejalan dengan SDG 4 – Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan kompetensi pendidik dan pengembangan pembelajaran yang inklusif, bermakna, dan relevan dengan kebutuhan pendidikan di era digital.
Ke depan, kolaborasi UPI Kampus Cibiru dan SMP Habibi Bina Cendikia diharapkan dapat berkembang melalui pendampingan guru, pengembangan inovasi pembelajaran, penelitian kolaboratif, serta berbagai praktik baik pendidikan yang berkelanjutan.
SDGs 4 : Pendidikan Berkualitas
Bandung, 20 Juni 2026 — Dalam rangka melaksanakan salah satu pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi, tim dosen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus di Cibiru melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di MDTU Ar-Rohman. Kegiatan yang berlangsung pada 19–20 Juni 2026 ini mengangkat tema “Optimalisasi Konstruksi dan Pengendalian Emosi Siswa melalui Tari Topeng Panji.”
Kegiatan PkM ini memanfaatkan seni dan budaya lokal sebagai pendekatan edukatif dalam membantu peserta didik mengenali, mengekspresikan, dan mengendalikan emosi. Tari Topeng Panji dipilih sebagai media pembelajaran karena memiliki nilai-nilai budaya dan karakter yang dapat dikembangkan dalam proses pendidikan.
Pelaksanaan kegiatan dikemas secara interaktif melalui workshop dan pelatihan, sehingga peserta tidak hanya memperoleh pemahaman secara konseptual, tetapi juga terlibat langsung dalam berbagai aktivitas seni. Peserta didik diajak mengenal karakter dan ekspresi melalui penggunaan topeng, gerak tari, serta aktivitas yang mendorong keberanian dalam mengekspresikan diri.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim dosen yang terdiri atas Dr. Ai Sutini, M.Pd. dan Dr. Yona Wahyuningsih, M.Pd. dari Program Studi PGSD Kampus UPI di Cibiru, serta Dr. Hasan Basari, M.Pd. dari Program Studi Pendidikan Multimedia Kampus UPI di Cibiru.
Kolaborasi lintas bidang tersebut menjadi bagian penting dalam menghadirkan kegiatan PkM yang memadukan pendidikan, seni, teknologi, dan budaya lokal. Melalui pendekatan tersebut, Tari Topeng Panji tidak hanya dikenalkan sebagai warisan budaya, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana untuk mendukung perkembangan karakter dan kecerdasan emosional peserta didik.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Peserta didik mengikuti berbagai aktivitas dengan aktif, mulai dari latihan gerak, pengenalan ekspresi, hingga praktik menggunakan topeng dalam kegiatan pembelajaran.
Kegiatan PkM ini diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi MDTU Ar-Rohman, khususnya dalam mengembangkan pembelajaran yang kreatif dan berbasis budaya. Selain itu, kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen UPI Kampus di Cibiru dalam menghadirkan kontribusi akademik yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Melalui sinergi perguruan tinggi dan masyarakat, seni dan budaya lokal diharapkan dapat terus hidup sekaligus menjadi sumber pembelajaran dalam membentuk generasi yang kreatif, berkarakter, dan memiliki kecerdasan emosional.
SDG 4 : Pendidikan Berkualitas, SDGs 17 : Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
Upaya pelestarian bahasa dan budaya Sunda terus dikembangkan melalui inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik sekolah dasar. Salah satunya diwujudkan melalui penelitian pengembangan Smartbook Interaktif TAMADA (Tatakrama Basa Sunda) sebagai media pembelajaran bahasa Sunda yang interaktif, kontekstual, dan menyenangkan.
Penelitian yang dilakukan oleh Ranu Sudarmansyah ini menghadirkan Smartbook Interaktif TAMADA sebagai media untuk membantu peserta didik mengenal, memahami, dan menerapkan tatakrama berbahasa Sunda dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan penelitian melibatkan guru dan pihak sekolah melalui proses pengenalan, penggunaan, serta pendampingan pemanfaatan media. Peserta juga berkesempatan mengeksplorasi isi Smartbook dan berbagai aktivitas pembelajaran yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar bahasa Sunda secara lebih menarik.
Selain Smartbook Interaktif TAMADA, penelitian ini juga memperkenalkan Monopoli Edukatif Motékar sebagai media pendukung pembelajaran. Kehadiran berbagai media tersebut diharapkan dapat membantu guru menghadirkan pembelajaran bahasa Sunda yang lebih kreatif sekaligus menanamkan nilai-nilai tatakrama dan kecintaan terhadap budaya daerah.
Pengembangan media pembelajaran ini menjadi salah satu bentuk kontribusi dalam pelestarian bahasa Sunda melalui pendidikan, khususnya dengan menghadirkan pendekatan pembelajaran yang dekat dengan karakteristik dan pengalaman belajar peserta didik.
Melalui inovasi tersebut, bahasa Sunda tidak hanya dipelajari sebagai materi pembelajaran, tetapi juga diperkenalkan sebagai bagian dari identitas budaya yang perlu dikenal, digunakan, dan dilestarikan oleh generasi muda.
SDG 4 : Pendidikan Berkualitas, SDGs 17 : Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Cibiru melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema Transformasi PKBM sebagai Community Civic untuk Visi Global Competencies melalui Pendekatan PKn Kewarganegaraan pada Rabu, 1 Juli 2026 di PKBM BIC Purwakarta. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri atas peserta didik PKBM BIC Purwakarta serta pewakilan dari beberapa instansi lainnya. Kegiatan juga menjadi momentum penandatanganan Surat Perjanjian Kerja Sama (SPK) dan Implementation Agreement (IA) antara UPI Kampus Cibiru dengan PKBM BIC Purwakarta sebagai bentuk penguatan kemitraan dalam bidang pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi pematerian yang menghadirkan tiga narasumber. Fully Rakhmayanti, M.Pd. menyampaikan materi "Komunikasi Efektif untuk Digital Native" yang membahas pentingnya komunikasi yang adaptif dan bertanggung jawab di era digital. Siti Nailul Muna Aljamiah, M.Pd. memaparkan materi "Personal Branding" yang menekankan pentingnya membangun citra diri yang positif melalui kompetensi dan pemanfaatan media digital secara bijaksana. Selanjutnya, Dr. Dini Anggraeni Dewi, M.Pd., M.H. menyampaikan materi "Resolusi Konflik" mengenai strategi penyelesaian konflik secara damai melalui komunikasi, kolaborasi, dan sikap saling menghargai.
Antusiasme peserta terlihat pada sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan doorprize kepada peserta yang aktif mengajukan pertanyaan. Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan simbolis berupa sertifikat kerja sama, plakat, dan modul pembelajaran kepada pihak PKBM BIC Purwakarta sebagai simbol komitmen untuk memperkuat kemitraan yang berkelanjutan.
Dalam laporannya, Dr. Agi Anggana, M.Pd. selaku Ketua Pelaksana menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan PKBM. Sementara itu, Dr. Ita Mulyati, M.Pd. selaku Ketua Program Studi PGSD UPI Kampus Cibiru menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan nonformal dalam menciptakan inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Dr. Yeni Yuniarti, M.Pd. selaku Wakil Direktur Bidang Sumber Daya dan Kemitraan UPI Kampus Cibiru juga menyampaikan bahwa kerja sama yang telah dibangun diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat berlanjut melalui berbagai program kolaboratif yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Mewakili pihak mitra, Rosadi Mulya, S.Pd.I., S.Kom., M.M., P.Pd. mengapresiasi inisiatif Program Studi PGSD UPI Kampus Cibiru yang telah memilih PKBM BIC Purwakarta sebagai mitra pelaksanaan kegiatan. Beliau menyampaikan bahwa materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan peserta didik dan diharapkan dapat menjadi bekal dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di lingkungan PKBM.
Melalui kegiatan ini, Program Studi PGSD UPI Kampus Cibiru berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kapasitas pengelola dan pendidik PKBM serta memperkuat peran PKBM sebagai community civic yang mampu mendukung terwujudnya masyarakat dengan kompetensi global.
SDG 4 : Pendidikan Berkualitas, SDGs 17 : Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
Halaman 1 dari 14