Accessibility Tools
Bandung, 13 September 2025 – Himpunan Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Cibiru sukses menggelar acara puncak CONEXT (Contest and Exhibition) & Dies Natalis PGSD 2025 di halaman depan gedung baru UPI Cibiru. Mengusung tema “Educreafest (Education, Creativity and Festival)”, acara ini menghadirkan selebrasi budaya, ruang ekspresi, serta kolaborasi yang memadukan kekayaan budaya Nusantara dengan semangat kompetisi dan inovasi pendidikan.
Ketua panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai wujud nyata komitmen PGSD dalam membina generasi muda yang kreatif, peduli budaya, dan siap berkontribusi bagi bangsa.
Rangkaian CONEXT & Dies Natalis PGSD 2025 telah berlangsung sejak Juli lalu. Pada 31 Juli 2025, panitia menggelar Technical Meeting yang diikuti peserta lomba futsal tingkat SD se-Bandung Raya, olimpiade matematika SD se-Jawa Barat, lomba esai mahasiswa tingkat nasional, serta lomba band untuk remaja usia 15–25 tahun. Pertemuan ini memastikan kesiapan peserta sekaligus menetapkan mekanisme perlombaan.
Kompetisi dimulai dengan lomba futsal pada 2–3 Agustus 2025. Turnamen ini diikuti oleh sejumlah SD di Bandung Raya, dan dimenangkan oleh tim futsal SDT Krida Nusantara setelah mengalahkan MI Abdurrahman di final.
Selanjutnya, pada 7 Agustus 2025, berlangsung lomba esai mahasiswa tingkat nasional secara daring dengan sembilan peserta dari berbagai perguruan tinggi. Pada hari yang sama, olimpiade matematika SD se-Jawa Barat diikuti 41 siswa dari berbagai sekolah, dengan juara pertama diraih oleh Izzqiyan Adelard Dwindra dari SD Labschool UPI.
Puncak acara 13 September 2025 diwarnai prosesi pemotongan tumpeng, penampilan dosen PGSD UPI Cibiru, lomba masakan Nusantara, mini fashion show, festival mahasiswa, hingga penampilan band dari peserta lomba. Selain itu, penghargaan diberikan kepada para pemenang perlombaan.
“Melalui acara ini, kami ingin menghadirkan lebih dari sekadar selebrasi. Ini adalah momentum untuk memperkuat kebersamaan, solidaritas, dan menumbuhkan semangat positif di kalangan mahasiswa,” ungkap panitia.
Dengan semangat Cultureverse, Dies Natalis PGSD 2025 tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga wadah untuk mengasah kreativitas, sportivitas, serta mempererat kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan masyarakat pendidikan.
eluarga besar Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Cibiru menyampaikan apresiasi dan rasa hormat setinggi-tingginya kepada Ibu Dra. Hj. Tin Rustini, M.Pd., atas dedikasi dan pengabdian beliau selama hampir 40 tahun.
Dalam acara penghormatan yang digelar di lingkungan Kampus UPI Cibiru, Ibu Tin Rustini menerima piagam penghargaan sebagai bentuk ucapan terima kasih atas jasa dan kontribusi besarnya dalam mendidik, membimbing, serta menjadi teladan bagi sivitas akademika.
Selama masa pengabdiannya, Ibu Tin dikenal sebagai sosok pendidik yang penuh keteladanan, berkomitmen tinggi, dan selalu menempatkan nilai-nilai keilmuan, integritas, serta pengabdian kepada mahasiswa dan institusi. Jejak pengabdian beliau menjadi inspirasi yang akan terus dikenang dan diwariskan bagi generasi penerus.
“Semoga Allah membalas setiap kebaikan dan pengorbanan Ibu Tin dengan keberkahan, kesehatan, serta kebahagiaan dalam menjalani masa purna tugas,” ujar perwakilan pimpinan Prodi PGSD UPI Cibiru dalam kesempatan tersebut.
Momen ini tidak hanya menjadi simbol perpisahan, melainkan juga pengingat akan pentingnya dedikasi seorang pendidik dalam mencetak generasi bangsa.
Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berbasis kepakaran bidang ilmu dengan judul “Penerapan Pembelajaran Adaptif dalam Pendidikan Inklusif Berbasis Pendekatan Deep Learning di TK Labschool UPI Cibiru” dilaksanakan pada Senin, 25 Agustus 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari hibah kompetitif dosen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Tahun 2025 dengan ketua pengusul Triana Lestari, S.Psi., M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Kampus UPI Cibiru, bekerja sama dengan TK Laboratorium Kampus UPI di Cibiru.
Dalam paparannya, Triana menjelaskan hasil penelitian mengenai sintaks adaptive teaching dan relevansinya dengan pembelajaran mendalam (deep learning). Menurutnya, pembelajaran mendalam dapat diukur melalui indikator keperilakuan yang diturunkan dari konsep fungsi eksekutif anak. Fungsi ini berperan dalam mengarahkan perilaku adaptif dan terarah pada tujuan, sekaligus membantu anak menunda respons otomatis dalam pemecahan masalah—suatu manifestasi nyata dari deep learning.

Sintaks pembelajaran adaptif ini diperkenalkan sebagai kerangka kerja utama untuk mendukung pendidikan inklusif, khususnya dalam meningkatkan kompetensi guru melalui pelatihan terstruktur. Selama kegiatan, guru dan helper dilatih untuk mengenali praktik-praktik baik pembelajaran mendalam melalui sintaks adapteach yang terbukti efektif berdasarkan hasil lesson study Bersama para mahasiswa praktikan. Hasil pengukuran menunjukkan selain adanya peningkatan signifikan learning ownership siswa, efikasi diri guru dari kondisi pra pelatihan dan pasca pelatihan mengalami peningkatan yang cukup tinggi, hal ini menandakan bahwa pelatihan guru berdampak kuat terhadap peningkatan efikasi diri mereka.
Program ini tidak berhenti pada tahap pelatihan. Implementasi sintaks pembelajaran adaptif akan dilanjutkan di kelas selama satu semester ke depan. Triana menekankan pentingnya refleksi dan diskusi hasil implementasi sebagai bentuk kerja sama berkelanjutan antara dosen dan mitra sekolah.
Dewi Sri Sugiharti, S.Pd., Kepala Sekolah TK Labschool UPI Cibiru, menyampaikan bahwa guru dan kepala sekolah menyambut baik program ini dengan antusias. “Harapannya, kerja sama implementasi program ini dapat berjalan lancar dan menghasilkan dampak optimal bagi pengembangan kompetensi guru maupun pembelajaran anak,” ungkapnya.
Salah satu Dosen PGSD Kampus UPI Cibiru, Dr. Yona Wahyuningsih, M.Pd., menjadi salah satu pemateri utama dalam kegiatan seminar Pendidikan Nasional dengan tema Pembelajaran Resolusi Konflik berbasis Cartoon Digital dalam Pembelajaran Mendalam (PRK-CD dalam Deep Learning). Adapun sasaran peningkatan mutu pendidikan yang utama adalah Guru. SEI Diklat (Science of Empowerment and Innovation) menyelenggarakan program Diklat Deep Learning secara daring pada hari Minggu, tanggal 24 Agustus 2025 yang dinarasumberkan oleh Dosen PGSD yaitu Dr. Yona Wahyuningsih, M.Pd mendampingi salah satu widiasywara BBGTK Provinsi Jawa Barat yaitu Dr. Sumarna, M.Pd.
Diklat Deep Learning ini bertujuan untuk membekali peserta dengan pemahaman konsep dasar pembelajaran mendalam yang telah dilaksanakan pada kurikulum jenjang pendidikan Indonesia sekaligus mengembangkan proses pembelajaran mendalam dengan merancang modul ajar pembelajaran mendalam itu sendiri. Program ini tidak hanya memberikan pengalaman belajar berbasis proyek nyata, tetapi juga memperkuat kesiapan peserta dalam menghadapi kebutuhan dunia kerja yang semakin menuntut literasi data dan keterampilan teknologi.
Dr. Yona Wahyuningsih menyampaikan tiga konsep penting pengalaman pembelajaran mendalam yaitu konsep Mindfull Learning, Meaningfull Learning dan Joyfull Learning. Keterkaitan konsep ini diharapkan agar guru mampu menumbuhkan proses pembelajaran yang dialami oleh siswa secara utuh yakni mereka menjadi lebih sadar dan bertanggung jawab (berkesadaran), memahami arti dari apa yang dipelajari dan mampu mengaplikasikannya (bermakna), serta menikmati proses belajar sehingga lebih termotivasi (menggembirakan). Hasilnya, terciptalah generasi pembelajar seumur hidup yang mandiri, kritis, kreatif, dan bahagia.
Selain itu, “Model Pembelajaran Resolusi Konflik berbasis Cartoon Digital (PRK-CD) sebagai salah satu model pembelajaran, karena memiliki keterkaitan pada kerangka yaitu praktik pedagogis, kemitraan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, dan pemanfaatan digital sehingga mampu menciptakan pengalaman belajar
mendalam karena yang dijadikan contoh untuk diterapkan yaitu Mindfull Learning, Meaningfull Learning dan Joyfull Learning,”.ujarnya.
Melalui Diklat Deep Learning ini, diharapkan para guru dapat terus menciptakan Prinsip Pembelajaran berkesadaran, bermakna, menggembirakan dengan berbagai inovasi untuk anak didiknya.
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) resmi melantik sejumlah pejabat struktural untuk masa bakti 2025–2030. Salah satu yang dilantik adalah Dr. Tita Mulyati, M.Pd., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar jenjang S1 dan S2 serta Dr. Dinie Anggraeni Dewi, M.Pd., M.H. selaku Sekretaris Prodi PGSD. Kegiatan pelantikan pejabat struktural UPI Periode 2025-2030 dilaksanakan di Gedung Gymnasium UPI Jl. Dr. Setiabudhi, No. 229 Bandung, Jawa Barat, pada Rabu (20/8/25) dan dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, dosen, serta perwakilan sivitas akademika.
Dalam sambutannya, Dr. Tita Mulyati, M.Pd. menyampaikan rasa syukur dan tanggung jawab besar yang diemban dalam amanah baru ini. “Pelantikan ini bukan hanya sebuah jabatan, tetapi juga sebuah komitmen untuk membawa Prodi PGSD UPI semakin maju dan unggul, baik dalam mutu pendidikan, riset, maupun pengabdian. Saya berharap seluruh dosen dan mahasiswa dapat berkolaborasi dalam mewujudkan visi besar ini,” ungkapnya.
Dengan adanya pelantikan dan pengukuhan ketua serta sekretaris prodi yang baru, diharapkan Prodi PGSD UPI dapat semakin memperkuat kiprahnya sebagai program studi unggulan yang melahirkan guru sekolah dasar profesional, berdaya saing global, dan berkarakter kebangsaan.
Halaman 6 dari 14