Accessibility Tools
Bandung, Juli 2025 — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) secara resmi melantik lima Wakil Rektor untuk masa jabatan 2025–2030. Pelantikan ini menjadi bagian penting dari restrukturisasi kepemimpinan universitas guna memperkuat tata kelola institusi dalam menjawab tantangan pendidikan di era digital dan globalisasi.
Adapun lima Wakil Rektor yang dilantik beserta bidang tanggung jawabnya adalah sebagai berikut:
Prof. Dr. Vannesa Gaffar, S.E., Ak., MBA.
Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Penjaminan Mutu
Prof. Vannesa akan memimpin strategi peningkatan mutu akademik, akreditasi, dan pengembangan kurikulum di seluruh unit pendidikan UPI.
Prof. Dr. Tri Indri Hardini, M.Pd.
Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Sistem Informasi
Beliau bertanggung jawab dalam pengelolaan sumber daya manusia, penguatan sistem informasi, dan tata kelola digital kampus.
Prof. Dr. Agus Setiabudi, M.Si.
Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian, dan Kemitraan
Fokus pada peningkatan kinerja riset, pengabdian kepada masyarakat, serta menjalin sinergi dengan mitra strategis nasional maupun internasional.
Prof. Dr. Rudi Susilana, M.Si.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Keuangan
Beliau mengemban amanat untuk merancang dan mengawal kebijakan perencanaan strategis serta pengelolaan keuangan universitas.
Prof. Dr. Phill. Yudi Sukmayadi, M.Pd.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Bisnis
Bertugas dalam pengembangan layanan kemahasiswaan, penguatan jejaring alumni, dan pengelolaan unit bisnis kampus berbasis kewirausahaan.
Pelantikan ini disambut antusias oleh seluruh sivitas akademika UPI, termasuk Kampus Daerah UPI seperti Cibiru, Sumedang, dan lainnya. Keberadaan jajaran baru ini diharapkan mampu membawa UPI semakin maju sebagai universitas pelopor dan unggul dalam pendidikan, riset, dan kontribusi sosial.
Pada tanggal 12 sampai 18 Juli 2025, delapan orang dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Cibiru melakukan kunjungan ke Hiroshima University, tepatnya ke the IDEC (the Graduate School for International Development and Cooperation) Institute. Rombongan UPI Kampus Cibiru diterima oleh Prof. Ichihashi Masaru, Director of the IDEC Institute, pada Senin, 14 Juli 2025. Selain itu, hadir pula staf the IDEC Institute, Asakura Takamichi, Ph.D. selaku Associate Professor dari Center for Global Partnership (CGP) dan Nissa Aulia Belistiana Utami, M.Pd., staf the IDEC Institute, seorang mahasiswa program doktoral (S3) di Hiroshima University dan juga merupakan mahasiswa lulusan S2 Pendidikan Olahraga UPI.
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai salah satu wujud terlaksananya Memorandum of Agreement (MoA) dari MoU yang telah disepakati sebelumnya, dalam bentuk kolaborasi penelitian antara PGSD-PGPAUD Kampus UPI di Cibiru dengan the IDEC Institute Hiroshima University. Kolaborasi dilaksanakan dalam dua penelitian; penelitian pertama berjudul “Pemanfaatan AI (Artificial Intelligence) dalam Konteks Pembelajaran Berkelanjutan Berorientasi Rekayasa Beban Kognitif Siswa Sekolah Dasar” yang diketuai oleh Dr. Yeni Yuniarti, M.Pd. Sedangkan penelitian kedua berjudul “Exploring Digital Storytelling to Foster Creative Thinking in Children Aged 5-10: A Comparative Study Between Indonesia and Japan” yang diketuai oleh Prof. Dr. Hj. Leli Halimah, M.Pd. di Hiroshima University, Jepang. Kedua penelitian berupaya mengungkap bagaimana persepsi guru memandang implementasi AI dan Digital Storytelling dalam pembelajaran dalam konteks Indonesia dan Jepang. Adapun dosen yang menghadiri kolaborasi penelitian dan kunjungan ke the IDEC Institute ini yaitu: Dr. Dinie Anggraeni Dewi, M.Pd., M.H., Prof. Dr. Hj. Leli Halimah, M.Pd., Dr. Ai Sutini, M.Pd., Dra. Komariah, M.Pd., Dra. Deti Rostika, M.Pd., Setyaningsih Rachmania. M.Pd., Winti Ananthia, M.Ed., dan Desiani Natalina Muliasari, M.Pd., Ph.D.
Kegiatan dimulai dengan sambutan hangat dari Prof. Ichihashi, dan dilanjutkan pemaparan oleh Takamichi tentang pentingnya AI dalam mendukung pendidikan yang berkualitas dan pengembangan kurikulum pendidikan Indonesia Jepang. Dalam presentasinya, Asakura juga menjelaskan bagaimana teknologi AI dapat digunakan untuk merekayasa beban kognitif siswa, khususnya di tingkat sekolah dasar. Hal ini tentu sejalan dengan tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin keempat mengenai pendidikan berkualitas, yang menekankan pentingnya akses pendidikan yang inklusif dan bermutu. Selanjutnya, saat diskusi interaktif antara peserta menghasilkan berbagai ide dan strategi untuk menerapkan AI dalam pembelajaran yang berkelanjutan. Peserta sepakat bahwa teknologi AI tidak hanya dapat membantu mengurangi beban kognitif siswa tetapi juga meningkatkan keterlibatan mereka dalam proses belajar. Acara dilanjutkan dengan diskusi terpumpun (focus group discussion-FGD) yang dipimpin oleh Desiani N. M., Ph.D. Pada diskusi ini, hasil ongoing research pada konteks Indonesia disampaikan di forum. Diskusi ini merupakan salah satu persiapan untuk pelaksanaan pengambilan data penelitian pada hari berikutnya, Selasa-Kamis, 15-17 Juli 2025, yang dilaksanakan oleh tiga peneliti kampus Cibiru; Setyaningsih Rachmania. M.Pd., Winti Ananthia, M.Ed., dan Desiani Natalina Muliasari, M.Pd., Ph.D. bersama tim The IDEC Institute, Hiroshima University.
MoU yang telah terjalin antara UPI Kampus Cibiru dan Hiroshima University ini mencakup banyak rencana kegiatan. Selain pelaksanaan kolaborasi riset tersebut, kedua lembaga juga berencana untuk mengadakan banyak kegiatan lainnya, diantaranya pertukaran pelajar, seminar dan workshop secara berkala guna berbagi pengetahuan serta pengalaman terkait pemanfaatan AI dalam pendidikan.
Kegiatan kolaborasi riset ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pencapaian SDGs, terutama pada poin kemitraan (poin 17); adanya kerjasama internasional antara PGSD Kampus UPI di Cibiru dengan Hiroshima University, dan poin pendidikan (poin 4), yaitu peningkatan kualitas pendidikan. Kerjasama ini diharapkan dapat menciptakan inovasi yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan bagi peserta didik dan mahasiswa di seluruh dunia, dengan para pendidik yang terjaga kualitas pengembangan profesionalitasnya, khususnya di Indonesia dan Jepang.
Dr. Yona Wahyuningsih, S.Pd., M.Pd., M.CE., CM.NLP., resmi dilantik sebagai salah satu anggota Dewan Pakar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Cirebon Masa Bakti XXIII Tahun 2025–2030. Pelantikan berlangsung khidmat di Gedung PGRI Kabupaten Cirebon, Jl. Sunan Drajat No. 20B, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon.
Kegiatan pelantikan dan pengukuhan Pengurus Perangkat Kelengkapan Organisasi (PKO) PGRI Kabupaten Cirebon ini diselenggarakan berdasarkan hasil keputusan Konferensi PGRI Kabupaten Cirebon yang telah dilaksanakan pada 23–24 Juni 2025. Rangkaian pelantikan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus, anggota, serta tamu undangan dari berbagai instansi pendidikan di wilayah Kabupaten Cirebon.
Dr. Yona Wahyuningsih menyampaikan komitmennya untuk berkontribusi secara aktif dalam pengembangan profesi guru serta peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Cirebon melalui peran strategis sebagai Dewan Pakar.
Pelantikan ini menandai awal dari masa bakti lima tahun ke depan yang penuh harapan bagi organisasi profesi guru di Cirebon. Diharapkan, jajaran pengurus baru, termasuk Dewan Pakar, dapat menghadirkan inovasi dan solusi atas tantangan dunia pendidikan saat ini, sekaligus memperkuat solidaritas antaranggota PGRI.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah sebagai wujud syukur dan kekompakan seluruh elemen organisasi.
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Keguruan dan Tarbiyah, Universitas Pelita Bangsa, sukses menyelenggarakan Lomba Dosen Nasional 2025 dengan tema “Inovasi dan Dedikasi Dosen untuk Pendidikan Dasar Berkualitas.” Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong kreativitas dan kontribusi dosen dalam meningkatkan kualitas pendidikan dasar di Indonesia.
Lomba ini terbuka bagi seluruh dosen aktif di perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki NIDN atau NIDK, dengan empat kategori lomba: Artikel Ilmiah, Video Pembelajaran, Konten Kreator, dan Book Chapter. Kegiatan ini berlangsung dari 29 Mei hingga 18 Juli 2025 dan tidak dipungut biaya pendaftaran.
Dalam kompetisi tersebut dua dosen PGSD (S1 dan S2) Kampus UPI di Cibiru meraih beberapa kategori juara. Mereka adalah Dr. Dinie Anggraeni Dewi, S.Pd., M.Pd., M.H. sebagai juara 1 kategori lomba konten kreator serta Dr. Dede Trie Kurniawan, M.Pd., sebagai juara kedua kategori lomba video pembelajaran dan juara harapan kategori lomba Konten Kreator. Setiap pemenang mendapatkan sertifikat dan uang pembinaan, sedangkan seluruh peserta lomba memperoleh e-sertifikat sebagai bentuk apresiasi.
Kegiatan ini disambut antusias oleh para dosen dari berbagai universitas di Indonesia. Lomba ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang kolaboratif untuk berbagi inspirasi, inovasi, dan praktik baik dalam pembelajaran di jenjang pendidikan dasar.
Keberhasilan dosen-dosen PGSD Kampus UPI di Cibiru meraih posisi juara dalam dua kategori membuktikan kualitas sumber daya pendidik di lingkungan Kampus UPI di Cibiru yang terus menunjukkan kiprah dan kontribusi nyata di tingkat nasional.
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Cibiru resmi menjalin kerja sama dengan SDN 2 Purbawinangun, Cirebon, melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU). MoU ini menjadi bentuk nyata kolaborasi antara akademisi dan sekolah dasar dalam meningkatkan mutu pendidikan. Adapun ruang lingkup kerja sama meliputi:
Pendampingan pengembangan kurikulum dan pembelajaran aktif di kelas SD
Pelibatan mahasiswa PGSD dalam kegiatan pengabdian dan praktik mengajar
Pengadaan pelatihan guru dan peningkatan profesionalisme tenaga pendidik
Dalam momen penandatanganan MoU, Dr. Yona menjadi perwakilan dari PGSD UPI Cibiru dan kepala sekolah SDN 2 Purbawinangun bersalaman tanda dimulainya kerja sama. Langkah strategis ini sejalan dengan semangat Kampus Merdeka, di mana kampus berperan langsung dalam memajukan pendidikan dasar melalui sinergi dengan mitra di wilayah sekitarnya.
Dengan kerja sama ini, mahasiswa PGSD UPI Cibiru dapat menerapkan teori dan inovasi dalam konteks nyata di lapangan, sementara SDN 2 Purbawinangun mendapatkan akses terhadap sumber daya akademik, penelitian, dan praktik pendidikan yang lebih mutakhir.
Harapannya, MoU ini tidak hanya mengokohkan jalinan kemitraan, tetapi juga mendorong transformasi pembelajaran di SDN 2 Purbawinangun sehingga menjadi lebih inspiratif, efektif, dan relevan bagi perkembangan anak didik.
Halaman 7 dari 14