Accessibility Tools

Dosen dan Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia Harumkan Nama Bangsa di NERPS 2026 Tokyo

TOKYO, JEPANG – Semangat kolaborasi lintas generasi dalam dunia akademik kembali dibawakan oleh perwakilan dari Indonesia. Dinie Anggraeni Dewi, M.Pd., MH , dosen program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), bersama Fathiannisa Aurelia Nugraha , mahasiswa program studi PG PAUD Universitas Pendidikan Indonesia , resmi berpartisipasi dalam konferensi konferensi internasional, The 5th NERPS Conference 2026 .    

Acara yang diselenggarakan oleh The Network for Education and Research on Peace and Sustainability (NERPS) Universitas Hiroshima bekerja sama dengan United Nations University (UNU) ini berlangsung pada 4–7 Maret 2026 di Markas Besar UNU, Tokyo.      

Mengangkat Peran Teknologi dalam Perdamaian Global

Konferensi tahun ini mengusung tema krusial mengenai peran inovasi teknologi dalam memperkuat multilateralisme demi perdamaian dan keabadian. Di tengah tantangan global seperti perubahan iklim, konflik bersenjata, dan ketimpangan sosial, Dr. Dinie dan Fathiannisa hadir untuk berbagi perspektif akademis mengenai bagaimana sektor pendidikan dapat beradaptasi dengan kemajuan digital.

“Kehadiran kami di sini adalah bentuk nyata dari upaya transdisipliner. Kami ingin menyoroti bagaimana teknologi, jika dikelola dengan bijak sejak pendidikan dasar dan anak usia dini, dapat menjadi jembatan menuju masa depan yang lebih damai dan berkelanjutan,” ujar Dr. Dinie di sela-sela kegiatan.

Agenda dan Kolaborasi Internasional

Selama empat hari, delegasi mengikuti serangkaian agenda padat yang meliputi:

·        Presentasi Riset: Memaparkan hasil penelitian terbaru di hadapan praktisi dan akademisi dunia. 

·        Expert Roundtables: Berdiskusi langsung dengan pakar internasional mengenai implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).   

·        Lokakarya Inovatif: Menjelajahi alat digital baru yang dapat memfasilitasi pertukaran budaya dan pemantauan risiko lingkungan. 

Mendorong Kerja Sama Digital

Partisipasi Dr. Dinie dan Fathiannisa sejalan dengan seruan Sekretaris Jenderal PBB mengenai pentingnya kerja sama digital. Dalam era mana teknologi dapat menjadi ancaman peluang sekaligus, keterlibatan aktif dosen dan mahasiswa PGSD serta PG PAUD ini menunjukkan bahwa fondasi perdamaian harus dibangun sejak dini melalui sistem pendidikan yang melek teknologi namun tetap berlandaskan kemanusiaan.

Konferensi NERPS 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang pertukaran ide, tetapi juga menjadi titik awal bagi kemitraan penelitian transdisipliner antara institusi pendidikan di Indonesia dengan jaringan peneliti global demi mencapai masa depan yang lebih hijau dan harmonis.

 

SDG 4 : Pendidikan Berkualitas, SDGs 17 : Kemitraan untuk Mencapai Tujuan

  • Dilihat: 69