Accessibility Tools
1 Oktober 2025 – Ruang Cawaloka kampus hari ini menjadi saksi dari pelaksanaan kegiatan Validasi Lapangan Pengimputan Data yang krusial. Acara ini merupakan langkah penting dalam memastikan akurasi dan integritas data kampus, khususnya yang berkaitan dengan sistem Aripadana (Arsip Data Perkara dan Kearsipan) dan proses pengarsipan.
Tujuan utama dari validasi lapangan ini adalah: mencocokan data yang telah diinputkan secara digital dengan kondisi dan dokumen fisik yang ada di lapangan, memastikan semua unit menggunakan prosedur pengimputan yang seragam dan sesuai strandar kearsipan.
Kegiatan ini menegaskan komitmen kmapus untuk menjaga kualitas data sebagai dasar pengambilan keputusan yang tepat dan memperkuat tata kelola kearsipan yang modern dan terpercaya.
SDGs 11 : Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan
Tim pengabdian kepada masyarakat desa binaan PGSD Kampus UPI di Cibiru yang dipimpin oleh Dr. Dinie Anggraeni Dewi, M.Pd., M,H. Meluncurkan sebuah inovasi baru yang bernama “Akuaponik Drum” yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan memberikan pelatihan kepada warga setempat. Kegiatan ini dilaksanakan mulai tanggal 27 September 2025 di Desa Cigadog, Kabupaten Tasikmalaya yang dihadiri oleh dosen Dr. Yeni Yuniarti, M.Pd., Setyaningsih Rachmania, M.Pd., Fully Rakhmayanti, M.Pd., S. Nailul Muna Aljamliah, M.Pd., Nurhidayatulloh, M.Pd., Mahasiswa dan masyarakat desa.
Program Akuaponik Drum merupakan metode pertanian yang menggabungkan budidaya ikan lele dan tanaman kangkung dalam satu sistem yang saling menguntungkan dengan memanfaatkan lahan perairan tanpa harus menggunakan tanah sebagai bahan penanamannya. Dalam kegiatan ini, tim pengabdian memperkenalkan cara pembuatan akuaponik menggunakan drum atau galon bekas sebagai wadah, sehingga biaya produksi menjadi lebih terjangkau dan dapat digunakan oleh seluruh masyarakat karena menggunakan alat sederhana yang mudah didapat.
Warga Desa Cigadog sangat antusias mengikuti pelatihan ini. Kepala desa Koko Ucu, A.Md. Mengungkapkan harapannya, "Saya berharap dengan adanya sistem ini, kami bisa lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan dan bahkan bisa menjual hasil panennya ke pasar".
Inovasi Akuaponik Drum pun sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger) dab SDG 8 (Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan) yang menciptakan peluang usaha baru di bidang pertanian dan juga perikanan dengan hasil akhir mencapai ketahanan pangan, dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
SDGs 8 : Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonom
Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Cibiru kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat daerah. Dua tim mahasiswa berhasil meraih Juara 1 dan Juara 2 pada Kompetisi Inovasi Bandung Bedas 2025, yang digelar oleh Bappelitbangda Kabupaten Bandung di Hotel Grand Sunshine, Soreang, pada Selasa (5/11/2025). Tahun ini, kompetisi mengusung tema “From Vision to Action: Be The Next Innovator.”
Ajang ini menjadi wadah bagi inovator muda untuk menyalurkan ide kreatif dalam mendukung pembangunan daerah berbasis riset, teknologi, dan kolaborasi. Dua tim dari UPI Cibiru berhasil tampil unggul melalui karya inovatif yang memberikan solusi nyata bagi masyarakat.
Tim Cogniverse dari Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) meraih Juara Pertama lewat karya “Mewujudkan Generasi Bandung Bedas Melalui Upaya Pencegahan Brain Rot Menggunakan Teknologi Inovatif Game-based Assessment.”
Inovasi ini menyoroti fenomena penurunan daya pikir akibat konsumsi konten digital pasif (brain rot). Melalui pendekatan game-based learning, mereka menciptakan sistem asesmen interaktif yang menumbuhkan pembelajaran aktif dan kemampuan berpikir kritis pada siswa.
Tim beranggotakan Anisa Rohmah Hasanah dan Indri Salsabila, dibimbing oleh Triana Lestari, S.Psi., M.Pd.
Sementara itu, Tim Arjuna dari Prodi Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) meraih Juara Kedua dengan karya “Aplikasi Rambu Petunjuk Bencana dan Edukasi Siaga Bencana Berbasis Game Interaktif untuk Anak.”
Aplikasi ini memperkenalkan konsep kesiapsiagaan bencana sejak dini melalui media permainan edukatif yang menarik dan mudah dipahami anak-anak. Tim beranggotakan Andika Eka Kurnia, Asep Nadhirin, dan Maryam Silva Rahayu, di bawah bimbingan Raditya Muhammad, M.T.
Keberhasilan dua tim UPI Cibiru menunjukkan kuatnya kolaborasi antara kampus dan pemerintah daerah dalam menghadirkan inovasi yang berdampak sosial. Dukungan Bappelitbangda Kabupaten Bandung membuka ruang bagi mahasiswa untuk berkontribusi langsung terhadap solusi masyarakat berbasis riset dan teknologi.
Capaian ini juga menjadi bukti komitmen UPI Cibiru dalam membina mahasiswa kreatif, inovatif, dan solutif melalui bimbingan dosen dan lingkungan akademik yang kolaboratif. UPI terus memperkuat perannya sebagai inkubator inovasi muda, tidak hanya unggul di bidang pendidikan tetapi juga berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan bangsa.
SDGs 4 : Pendidikan Berkualitas, SDGs 11 : Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, SDGs 9 : Industri, Inovasi, dan Infrastruktur
UPI Cibiru, 3 November 2025 — Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Cibiru terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana kampus yang sehat, inklusif, serta berkelanjutan. Salah satu langkah nyata yang tengah dilakukan adalah pembangunan dan peningkatan sarana fasilitas lapangan gateball, yang menjadi bagian dari strategi kampus dalam mewujudkan lingkungan belajar yang sehat dan mendukung kesejahteraan sivitas akademika.
Kegiatan pembangunan ini tidak hanya berfokus pada penyediaan lapangan gateball yang representatif, tetapi juga pada peningkatan fasilitas penunjang seperti ruang berkumpul dan area teduh yang dapat dimanfaatkan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan untuk beristirahat serta bersosialisasi setelah berolahraga. Area tersebut juga dirancang multifungsi agar dapat digunakan oleh panitia dan juri ketika kegiatan perlombaan atau turnamen gateball dilaksanakan di lingkungan kampus.
Selain memperkuat fasilitas olahraga, pembangunan ini juga menjadi bagian dari komitmen UPI Cibiru terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Melalui SDG 3, kegiatan ini mendukung terciptanya kehidupan sehat dan kesejahteraan bagi semua warga kampus dengan menyediakan sarana olahraga yang memadai. Melalui SDG 9, pembangunan ini mencerminkan inovasi dalam pengelolaan fasilitas kampus yang ramah pengguna dan berdaya guna. Sedangkan melalui SDG 11, proyek ini memperkuat peran kampus sebagai lingkungan yang berkelanjutan, nyaman, dan mendukung interaksi sosial yang positif.
Dengan adanya peningkatan fasilitas ini, diharapkan mahasiswa dan seluruh sivitas akademika semakin termotivasi untuk berolahraga secara rutin, memperkuat semangat kebersamaan, dan menjadikan UPI Cibiru sebagai kampus yang sehat, berdaya saing, serta berorientasi pada kesejahteraan dan keberlanjutan lingkungan. (Cbr. 3/11/2025)
SDGs 11 : Menjadikan kota dan permukiman manusia inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan, SDGs 3 : Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDGs 9 : Industri, Inovasi, dan Infrastruktur
Selasa, 04 November
UPI Kampus Cibiru bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) mengadakan kegiatan donor darah yang sangat mulia dengan tema "Setitik Darah Sejuta Harapan". Kegiatan ini akan berlangsung pada tanggal 4 November 2025, mulai pukul 10.00 hingga 13.30 WIB, di Gedung B lantai 1, UPI Kampus Cibiru.
Kegiatan donor darah ini merupakan salah satu wujud nyata kepedulian dan solidaritas civitas akademika UPI dan masyarakat terhadap sesama yang membutuhkan. Dengan berpartisipasi dalam kegiatan ini, diharapkan setiap individu dapat memberikan kontribusi nyata dalam menyelamatkan nyawa orang lain. Setiap tetes darah yang diberikan memiliki arti besar dalam membantu pasien yang membutuhkan transfusi darah.
Donor darah ini juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka sekaligus berkontribusi dalam kegiatan sosial yang positif. UPI Kampus Cibiru dan PMI berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk lebih peduli dan berbagi kasih dengan sesama.
Dengan mengusung tema "Setitik Darah Sejuta Harapan", kegiatan ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan donor darah. bergabung dan berbagi kasih dengan menjadi donor darah, karena setiap tetes darah yang diberikan dapat menyelamatkan nyawa orang lain.
SDGs 17 : Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, SDGs 3 : Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Halaman 18 dari 22