Accessibility Tools
Tim pengabdian kepada masyarakat desa binaan PGSD Kampus UPI di Cibiru yang dipimpin oleh Dr. Dinie Anggraeni Dewi, M.Pd., M,H. Meluncurkan sebuah inovasi baru yang bernama “Akuaponik Drum” yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan memberikan pelatihan kepada warga setempat. Kegiatan ini dilaksanakan mulai tanggal 27 September 2025 di Desa Cigadog, Kabupaten Tasikmalaya yang dihadiri oleh dosen Dr. Yeni Yuniarti, M.Pd., Setyaningsih Rachmania, M.Pd., Fully Rakhmayanti, M.Pd., S. Nailul Muna Aljamliah, M.Pd., Nurhidayatulloh, M.Pd., Mahasiswa dan masyarakat desa.
Program Akuaponik Drum merupakan metode pertanian yang menggabungkan budidaya ikan lele dan tanaman kangkung dalam satu sistem yang saling menguntungkan dengan memanfaatkan lahan perairan tanpa harus menggunakan tanah sebagai bahan penanamannya. Dalam kegiatan ini, tim pengabdian memperkenalkan cara pembuatan akuaponik menggunakan drum atau galon bekas sebagai wadah, sehingga biaya produksi menjadi lebih terjangkau dan dapat digunakan oleh seluruh masyarakat karena menggunakan alat sederhana yang mudah didapat.
Warga Desa Cigadog sangat antusias mengikuti pelatihan ini. Kepala desa Koko Ucu, A.Md. Mengungkapkan harapannya, "Saya berharap dengan adanya sistem ini, kami bisa lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan dan bahkan bisa menjual hasil panennya ke pasar".
Inovasi Akuaponik Drum pun sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger) dab SDG 8 (Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan) yang menciptakan peluang usaha baru di bidang pertanian dan juga perikanan dengan hasil akhir mencapai ketahanan pangan, dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
SDGs 8 : Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonom