Accessibility Tools

Perkuat Kolaborasi Inovatif, UPI Cibiru Gandeng Tiga Mitra Strategis

P

UPI Cibiru - Pada hari Kamis, 15 Mei 2025, Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Cibiru menyelenggarakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan tiga lembaga sekaligus, yakni PT. IMN, Laboratorium Sistem Terdistribusi Universitas Indonesia (LST UI) Depok, dan PT. IKB. Kerja sama ini mencakup berbagai bidang strategis seperti pengembangan teknologi Multi Sectoral serta penerapan teknologi edukasi berbasis robot atau Edubot. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari masing-masing lembaga dan pimpinan Kampus UPI Cibiru sebagai bentuk komitmen bersama dalam membangun sinergi lintas sektor.

Maksud utama dari kerja sama ini adalah untuk memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi dan sektor industri dalam mengembangkan inovasi teknologi yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan zaman. Kerja sama dengan PT. IMN dan LST UI Depok diarahkan pada eksplorasi dan penerapan teknologi Multi Sectoral yang mencakup bidang pendidikan, sosial, dan industri digital. Sementara itu, kemitraan dengan PT. IKB difokuskan pada pengembangan dan integrasi Edubot sebagai sarana pembelajaran interaktif berbasis kecerdasan buatan di lingkungan kampus dan sekolah mitra.

Melalui perjanjian ini, diharapkan UPI Cibiru dapat menjadi pusat unggulan dalam pengembangan teknologi pendidikan yang progresif dan kolaboratif. Harapannya, mahasiswa dan dosen mendapatkan akses yang lebih luas terhadap teknologi mutakhir serta pengalaman langsung dalam penerapan inovasi di lapangan. Selain itu, kerja sama ini juga membuka peluang riset bersama, magang industri, dan transfer teknologi yang saling menguntungkan bagi semua pihak yang terlibat. Ibud, 16/5/2025.

  • Dilihat: 254

Penjajakan Kerjasama Kampus UPI di Cibiru dengan TVRI

UPI Cibiru - Pada hari Selasa, 6 Mei 2025, Kampus UPI di Cibiru melaksanakan kunjungan ke TVRI dalam rangka penjajakan kerja sama strategis. Kunjungan ini dipimpin oleh perwakilan kampus dan didampingi oleh Ketua Program Studi Pendidikan Multimedia. Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk membangun kemitraan yang saling menguntungkan antara institusi pendidikan dan lembaga penyiaran nasional.

Penjajakan kerja sama ini tidak hanya difokuskan pada Program Studi Pendidikan Multimedia, tetapi juga mencakup peluang kolaborasi dengan program studi lainnya di lingkungan Kampus UPI Cibiru. Dalam pertemuan tersebut dibahas berbagai kemungkinan kerja sama di bidang produksi konten, pelatihan, magang mahasiswa, serta pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri penyiaran dan media.

Diharapkan melalui kerja sama ini, mahasiswa dari berbagai program studi dapat memperoleh pengalaman langsung di dunia profesional, memperluas wawasan, dan meningkatkan kompetensi praktis yang dibutuhkan di era digital saat ini. Selain itu, kolaborasi ini juga diharapkan dapat memperkuat hubungan institusional antara UPI Cibiru dan TVRI dalam rangka mendukung pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Ibud, 6/5/25

  • Dilihat: 319

Koordinasi kegiatan Organisasi Kemahasiswaan Kampus UPI di Cibiru.

UPI Cibiru - Pada hari Rabu, 14 Mei 2025, telah diselenggarakan kegiatan Koordinasi Organisasi Kemahasiswaan bersama pihak lembaga di Kampus Cibiru. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Direktur, serta didampingi oleh Wakil Direktur dan Kepala Seksi yang terkait. Pertemuan ini menjadi forum strategis untuk menjalin komunikasi yang lebih erat antara unsur pimpinan lembaga dan para pengurus organisasi kemahasiswaan.

Kegiatan koordinasi ini bertujuan untuk menyelaraskan program kerja organisasi kemahasiswaan dengan arah kebijakan kampus. Selain itu, pertemuan ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi kebutuhan, tantangan, dan potensi kolaborasi yang dapat mendukung pengembangan kegiatan kemahasiswaan yang lebih terstruktur, relevan, dan berkelanjutan. Para peserta juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi serta rencana kerja masing-masing organisasi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta sinergi yang kuat antara pihak lembaga dan organisasi kemahasiswaan dalam mendukung pencapaian visi dan misi institusi. Koordinasi yang baik juga menjadi fondasi penting untuk menciptakan iklim kampus yang dinamis, inklusif, dan berorientasi pada pengembangan karakter serta kompetensi mahasiswa. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk membangun kolaborasi yang lebih intensif dan produktif ke depannya. Ibud, 14/5/2025.

  • Dilihat: 282

Koordinasi ORMAWA UPI Cibiru 2025: Sinergi dan Kolaborasi dalam Membangun Organisasi Mahasiswa yang Progresif

Bandung — Dalam rangka memperkuat koordinasi dan sinergi antar organisasi kemahasiswaan, Kampus Universitas Pendidikan Indonesia di Cibiru menyelenggarakan kegiatan Koordinasi Kegiatan Organisasi Kemahasiswaan (ORMAWA) pada Rabu, 14 Mei 2025. Acara ini bertempat di Ruang Rapat Gedung E Lantai 1 dan dihadiri oleh para pengurus BEM, DPM, HIMA, UKM, serta pembina kemahasiswaan.

Dipimpin langsung oleh Direktur UPI Kampus Cibiru, Dr. Deni Darmawan, kegiatan ini bertujuan untuk menyatukan visi, membahas agenda kegiatan ORMAWA sepanjang tahun 2025, serta mendorong kolaborasi strategis antar unit organisasi. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya tata kelola organisasi yang transparan, profesional, dan adaptif terhadap dinamika kebutuhan mahasiswa.

Suasana rapat berlangsung aktif dan partisipatif. Para peserta yang terdiri dari pimpinan organisasi dan dosen pembina tampak antusias menyampaikan gagasan, tantangan yang dihadapi, serta solusi untuk optimalisasi kegiatan mahasiswa. Dalam dokumentasi foto, tampak suasana formal namun akrab, dengan para peserta duduk melingkar dan berdiskusi secara terbuka.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan iklim organisasi mahasiswa yang sehat, inklusif, dan berorientasi pada pengembangan kapasitas kepemimpinan serta kontribusi nyata bagi kampus dan masyarakat sekitar.

  • Dilihat: 349

PAK HARTO & AVICENNA AWARD

PAK HARTO & AVICENNA AWARD

      Dinn Wahyudin

Jagat raya terguncang. Pada awal Juni 1993, UNESCO mengumumkan akan memberi penghargaan Avicenna Award (Medali Ibnu Sina) kepada Presiden Soeharto. Hal yang membanggakan, Direktur Jenderal UNESCO Prof. Federico Mayor akan datang sendiri ke Jakarta untuk menyerahkan penghargaan yang prestisius yaitu Avicenna award pertama tersebut. Pak Harto dalam kapasitas Presiden Republik Indonesia diapresiasi UNESCO sebagai sosok negarawan tangguh yang mampu melakukan terobosan inovatif dan massal guna memberantas Tiga Buta (buta aksara & buta angka, buta bahasa Indonesia, dan buta pengetahuan dasar). Pemerintah Indonesia diapresiasi karena mampu melakukan terobosan kebijakan untuk mencerdaskan masyarakat dari kegelapan buta huruf buta aksara (iliterate comunity) menjadi masyarakat yang mulai melek pengetahuan dasar (early literate community).
Dalam sambutan penyerahan Avicenna Award, Federico Mayor (1993) menegaskan noting that UNESCO had for years paid close attention to Soeharto’s efforts to make education programs available, even in the country’s most remote areas, and that other devoping countries should follow Indonesia’s lead in successfully decreasing illiteracy.  UNESCO telah bertahun-tahun menaruh perhatian besar pada upaya Presiden Soeharto untuk menyediakan program Pendidikan dasar , bahkan di daerah-daerah paling terpencil di negara ini, dan bahwa negara-negara lainnya harus mengikuti jejak Indonesia dalam mengentaskan  buta huruf  dan buta aksara secara gemilang.
Dalam pandangan UNESCO, Indonesia menjadi model negara yang patut diadopsi oleh negara berkembang dalam mengatasi kebodohan dan keterbelakangan melalui berbagai progam pendidikan.
Nama Avicenna atau Ibnu Sina itu sendiri yang dijadikan simbol ilmu pengetahuan dan nama Award UNESCO merupakan seorang ilmuwan muslim kaliber dunia pada abad 10. Ibnu Sina (980-1037) dikenal sebagai filosof, ilmuwan Kedokteran kelahiran Persia (Iran). Ia penulis dan ilmuwan produktif, yang karya karya menjadi rujukan bidang kedokteran sampai sekarang. Salah satu karyanya yang paling terkenal adalah Al Qanun fi At Tibb atau Kitab Penyembuhan dan Qanun Kedokteran. Ketika pandemik Covid 19 melanda dunia sampai saat ini, masyarakat dunia sangat mempercayai tentang pernyataan yang diungkapkan Ibnu Sina lebih 1000 tahun yang lalu. Kata bijak yang dikemukakannya menjadi tuntunan dan terapi dalam mengatasi pandemik Covid-19. Ibnu Sina berujar : Kepanikan adalah separuh Penyakit. Ketenangan adalah Separuh Obat. Dan kesabaran adalah permulaan kesembuhan.

SD INPRES 

SD Inpres sangat melegenda. Program ini berdasarkan Instruksi Presiden RI nomor 10 tahun 1973 tentang Program Bantuan Pembangunan Gedung SD. Pada tahap pertama, Pemerintah telah berhasil membangun 6.000 SD dengan fasilitas minimal dan pengadaan Guru SD yang berkualifikasi lulusan Sekolah Pendidikan Guru (SPG) atau sederajat. Hingga tahun 1994 telah dibangun 150 ribu SD tersebar di seluruh pelosok Nusantara.
Selain Program SD Inpres, Pemerintah juga merintis SD Pamong pada tahun 1975, SD Pamong ini diperuntukan bagi anak putus sekolah, untuk menuntaskan studi di Sekolah Dasar. Secara nasional, kebijakan pembangunan SD INPRES 1973 -1994 telah memberikan kesempatan anak usia SD untuk bisa menuntaskan wajib belajar 6 tahun. Investasi kebijakan SD INPRES inilah yang diapresiasi UNESCO. Melalui pendekatan kebijakan tersebut, Indonesia berhasil memberantas Tiga Buta. Program nasional ini telah dijadikan success story bangsa Indonesia untuk adopsi bangsa lain.

Noble Prize

Dalam kajian makro, efek Kebijakan SD Inpres khas Indonesia ini, ternyata telah menjadi lahan subur bagi para peneliti dunia bidang ekonomi. Banyak riset internasional yang mengkaji perkembangan ekonomi masyarakat diamati dari raihan pendidikan dan kesehatan masyarakat yang dialaminya. Termasuk bagaimana efek kebijakan pembangunan SD Inpres bisa memberikan pengaruh signifikan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat miskin.
Tiga ekonom kaliber dunia berkebangsaan Amerika Serikat yaitu : Esther Dufo, Abhijt Banerjee dan Michael Kremer pada tahun 2019 meraih Hadiah Nobel (Noble Prize) bidang Ekonomi. Esther Dufo – profesor di Massachuset Intitute of Technogy (MIT), salah seorang periset yang meraih Nobel Prize ini melakukan penelitian SD Inpres. Judul penelitiannya Schooling ang Labour Market Consequences of School Construction in Indonesia: Evidence from an Unusual Policy Experiment. Riset yang dilakukan Dufo dkk tentang Kebijakan Pendidikan SD Inpres ini telah mengantarkan mereka untuk meraih Nobel Prize di bidang Ekonomi. Bila teman teman tertarik dengan hasil riset tersebut akan saya kirim papernya.

  • Dilihat: 433

Halaman 7 dari 21