Accessibility Tools
HIMA Dapur Seni Biru Tahun 2026 menjadi bagian dari pembinaan organisasi kemahasiswaan yang progresif dan berkarakter. Kampus berperan tidak hanya sebagai fasilitator, tetapi juga pembina yang memastikan proses musyawarah berjalan demokratis, transparan, dan edukatif guna memperkuat tata kelola organisasi serta regenerasi kepemimpinan yang visioner.
Musyawarah Besar (Mubes) HIMA Dapur Seni Biru 2026 dilaksanakan pada Sabtu–Minggu, 21–22 Februari 2026 di Gedung E Lt 3, dan diikuti oleh anggota aktif, demisioner, serta perwakilan organisasi mahasiswa lainnya. Agenda kegiatan meliputi sidang pleno, penyampaian laporan pertanggungjawaban, pembahasan AD/ART, hingga pemilihan ketua umum dan kepengurusan periode 2026/2027 secara demokratis. Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi program kerja sebelumnya sekaligus merumuskan arah strategis organisasi ke depan.
Sebagai bagian dari program kemahasiswaan berdampak, hasil Mubes diharapkan mampu menghadirkan program kerja yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa, khususnya dalam pengembangan seni, kreativitas, dan kolaborasi lintas bidang. Dampaknya diarahkan pada peningkatan kualitas kegiatan seni kampus, partisipasi mahasiswa dalam berbagai ajang, serta penguatan identitas Dapur Seni Biru sebagai ruang ekspresi yang inklusif dan produktif.
Kegiatan ini juga selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan yang dicanangkan oleh United Nations, khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan karakter dan kepemimpinan mahasiswa, serta SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions) melalui praktik demokrasi dan tata kelola organisasi yang akuntabel.
Sebagai rekomendasi strategis, kepengurusan baru diharapkan adaptif terhadap perkembangan zaman, memperkuat kolaborasi lintas organisasi, serta memanfaatkan teknologi digital untuk publikasi karya dan perluasan jejaring kemitraan di tingkat regional maupun nasional.
SDG 4 : Pendidikan Berkualitas, SDGs 16 : Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh