Accessibility Tools

UPI Cibiru Gelar Workshop Game Edukasi Mitigasi Bencana ARJUNA di Kecamatan Pasir Jambu, Kabupaten Bandung.

BANDUNG - Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Cibiru berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung menggelar workshop inovatif bertajuk "Penerapan Game Edukasi Berbasis Serious Game untuk Mitigasi Bencana Ramah Disabilitas di Kabupaten Bandung" pada Senin (15/9/2025) di Aula Kecamatan Pasir Jambu.

Kegiatan yang didanai Direktorat Inovasi, Hilirisasi, dan Science Techno Park ini merupakan bagian dari Program Hilirisasi Inovasi Hasil Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Workshop diikuti seluruh guru sekolah dasar se-Kecamatan Pasir Jambu sebagai upaya memperkuat kapasitas pendidik dalam mitigasi bencana.

Ketua tim pelaksana, Raditya Muhammad, S.T., M.T., menjelaskan bahwa program ini merupakan kolaborasi institusi pendidikan tinggi UPI dengan pemerintah daerah Kabupaten Bandung yang telah berlangsung sejak tahun 2023. Sebagai perguruan tinggi di bidang pendidikan, fokus penelitian dan pengabdian dilaksanakan secara konsisten melibatkan mitra pemerintah daerah dan guru-guru sebagai agen transformasi pengetahuan kebencanaan  di sekolah  "Kami memfokuskan pada siswa sekolah dasar karena dianggap dapat memberikan pengalaman pengetahuan awal yang menarik, anak-anak usia ini lebih mudah memahami sesuatu melalui praktik dan permainan langsung, ARJUNA (Aplikasi Rambu Petunjuk Bencana) hadir untuk membantu guru dan orang tua memberikan edukasi kebencanaan dengan cara yang lebih menyenangkan dan interaktif, sehingga pendekatan game edukasi akan lebih efektif untuk menyampaikan pengetahuan kebencanaan" ujarnya.

Dalam workshop tersebut, para guru tidak hanya diperkenalkan dengan game edukasi berbasis serious game, tetapi juga diajarkan materi pencegahan dan kesiapsiagaan bencana, upaya penanganan darurat bencana, serta rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana yang dapat diaplikasikan di sekolah masing-masing.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bandung, Diki Sudrajat, S.T., M.Si., menyambut positif kegiatan ini. "Peran pentahelix dalam penanggulangan bencana yang inovatif sesuai dengan karakteristik usia anak sekolah dasar sangat penting, mengingat mereka termasuk kelompok rentan. Kami berharap kerjasama ini dapat berlanjut untuk mewujudkan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB)" kata Diki.

Sementara itu, perwakilan Kecamatan Pasir Jambu, Nia Kania, S.PT., M.I.L., menekankan relevansi program dengan kondisi wilayah. "Ini sangat sesuai dengan kebutuhan Pasir Jambu sebagai wilayah dengan potensi rawan bencana. Guru sebagai agen pendidikan merupakan sasaran yang tepat dan diharapkan dapat menyampaikan pengetahuan ini kepada siswa-siswa di sekolah dasar se-Kecamatan Pasir Jambu," ungkapnya.

Ketua PGRI Cabang Pasir Jambu, Cardi Fadriana, M.Pd., turut mengapresiasi kegiatan ini sebagai bentuk refreshment bagi guru untuk memiliki kompetensi mitigasi bencana sesuai kearifan lokal.

Tim pelaksana terdiri dari Raditya Muhammad, S.T., M.T. sebagai ketua, serta anggota Triana Lestari, S.Psi., M.Pd. dan Mochamad Iqbal Ardimansyah, S.T., M.Kom. yang melibatkan mahasiswa dari Program Studi PGSD dan Program studi Rekayasa Perangkat Lunak, Kampus UPI di Cibiru.

Program ini diharapkan dapat menjadi model inovasi pendidikan mitigasi bencana yang dapat diterapkan di wilayah lain, khususnya dalam menciptakan generasi yang tangguh dan siap menghadapi bencana sejak dini.

  • Dilihat: 291