Jl. Raya Cibiru KM 15 Bandung 022-7801840 kampus_cibiru@upi.edu
iden

Rimbawana Kampus UPI di Cibiru Berikan Tips Tidur di Hutan Hindari Binatang Buas

Tidur kalong merupakan salah satu teknik tidur dalam keadaan survival berupa tidur menggantung dengan memanfaatkan batang pohon yang tidak bercabang. Biasanya dilakukan pada saat kondisi darurat di hutan, misalnya ketika keadaan diharuskan beristirahat dan tidak memungkinkan untuk mendirikan tenda karena jalurnya cukup terjal. Salah satu jalan keluar untuk beristirahat adalah tidur kalong. Selain itu tidur kalong ini bertujuan untuk melindungi diri dari serangan hewan buas. Tidur kalong hanya membutuhkan 3 tali webbing saja dan masing-masing tali webbing tersebut memiliki fungsinya tersendiri. Agar tidur kalong terasa lebih nyaman dan asik kita dapat menggunakan sarung/ponco.
Teknik ini biasanya digunakan oleh penggiat alam bebas ketika dirinya berada di tempat yang memungkinkan adanya binatang buas ataupun di tempat yang tidak memungkinkan untuk mendirikan tenda, dan juga apabila peralatan yang digunakan untuk shelter dalam keadaan rusak atau tidak dapat digunakan untuk tempat bersemedi. Terdapat beberapa teknik tidur kalong yang dapat dilakukan oleh penggiat alam bebas. Hal tersebut tergantung pada peralatan dan perlengkapan yang dibawanya pada saat perjalanan.
Dalam prakteknya, saya membuat tidur kalong dengan menggunakan alat dan bahan sebagai berikut:
1. 3 buah tali webbing
2. 1 buah sarung/ponco
3. 1 buah carabiner screw
4. Headlamp (untuk keadaan malam hari)
Setelah mempersiapkan alat dan bahan diatas, berikut langkah-langkah dalam pembuatan tidur kalong,
1. Sebelum memulai tidur kalong, pastikan apakah lokasi tersebut berada di jalur yang extreme atau tidak, karena jalur pun mempengaruhi kenyamanan ketika akan tidur kalong.
2. Lalu, cari pohon yang batangnya tidak bercabang dan tidak licin. Tinggi pohonnya pun sebisa mungkin 3 meter di atas tanah. Misalnya, pohon pinus. Periksa pohon tersebut dengan cara melihat dari mulai bawah pohon hingga ke puncak pohon.
3. Setelah itu, gunakan 1 tali webbing untuk membuat harness manual.
4. Gunakan webbing lainnya untuk mengikat pita di ujung talinya dan disesuaikan dengan tinggi badan, lalu kaitkan ke batang pohon.
5. Setelah dikaitkan ke batang pohon barulah kaitkan ke tali tubuh/harness menggunakan carabiner screw (safety line). Hal ini bertujuan agar tubuh tidak terjatuh ke bawah ketika tidur kalong.
6. 1 tali webbing lagi dapat digunakan untuk pijakan kaki atau biasa disebut foot loop. Sama seperti tali webbing sebelumnya, ikat bentuk pita di ujung talinya. Lalu, kaitkan ke batang pohon dan disesuaikan dengan kenyamanan kaki ketika menginjaknya.
Ketika sudah membuat langkah-langkah diatas barulah kita mulai menaiki step by step untuk sampai di titik yang menurut kita nyaman dan aman dari serangan hewan buas.
1. Step yang pertama adalah injakan kaki ke foot loop lalu berdiri dengan memeluk batang pohon agar bisa berdiri tegak.
2. Kedua, naikkan safety line sedikit demi sedikit. Menaikkan safety line dapat menggunakan satu tangan dengan bergantian, karena di pakai untuk menahan tubuh agar tetap berdiri tegak.
3. Setelah safety line dinaikkan sampai badan terasa tertarik menggantung, barulah turunkan badan dengan selonjoran kaki karena badan sudah menggantung.
4. Setelah itu, naikkan foot loop. Sesuaikan dengan kaki, karena apabila terlalu tinggi akan menyulitkan ketika menginjaknya.
5. Lakukan hal yang sama hingga ketinggian minimal 3 meter di atas permukaan tanah.
6. Ketika sudah di atas, masukkan kaki ke tali foot loop agar kaki bisa selonjoran dan dapat tertidur dengan nyaman.
7. Ketika sudah terbangun, mulailah bersiap untuk turun dari pohon dan sangat tidak diperbolehkan loncat!
8. Ketika hendak turun, keluarkan kaki dari foot lop
9. Sebelumnya, teknik naik yang pertama adalah menaikkan safety line. Jika turun, pastikan badan harus berdiri tegak terlebih dahulu agar safety line mengendor dan memudahkan saya untuk menurunkannya.
10. Turunkan safety line sedikit demi sedikit jangan terlalu jauh, dan jangan sampai melewati tali foot loop karena akan menyulitkan turun dan menghabiskan tenaga.
11. Ketika sudah diturunkan, turunkan juga badan dengan tidak berdiri lagi.
12. Turunkan foot loop sedikit demi sedikit juga.
13. Lakukan hal yang sama, sampai kaki menyentuh tanah.
Tidur kalong dengan menggunakan tali webbing semalaman memang membuat lelah, namun ada beberapa tips yang dapat dicoba agar mengurangi ketidaknyaman saat menggunakan teknik tidur kalong, berikut ini tipsnya:
1. Bisa menggunakan sarung, apabila sebelumnya bawa persediaan. Sarung ini digunakan pada saat sudah sampai di atas. Sebelum naik, bawalah sarung lalu kaitkan ke tubuh agar tidak terjatuh atau menyulitkan ketika naik.
2. Setelah sampai di atas, masukkan kaki dan tubuh ke sarung. Lalu kaitkan juga kaki ke foot loop. Agar terasa hangat, kepala dapat ditutup ponco dan kaki ditutupi oleh sarung.
Itulah beberapa teknik tidur kalong yang dapat digunakan dalam keadaan darurat ketika memerlukan perlindungan di atas pohon.
Selamat mencoba.

sumber: http://ormawa.kd-cibiru.upi.edu/?p=3682

Super User