Sistem Pengelolaan

Tata kelola memegang peran penting pada implementasi tata pamong. Untuk terlaksananya tata kelola yang baik di UPI Kampus Cibiru diawali dengan perencanaan (planning) dan analisis jabatan yang dibutuhkan pada masing-masing unit kerja. Rancangan dan analisis jabatan di UPI diturunkan dari struktur organisasi UPI serta dilakukan dengan berdasarkan kepada AD, ART, dan Renstra UPI. Berdasarkan fungsinya, fakultas mempunyai fungsi manajerial dan administrasi, jurusan mempunyai fungsi koordinasi dan pemberdayaan SDM, serta program studi mempunyai fungsi layanan dan pengembangan akademik dan kemahasiswaan. Mengacu kepada rancangan dan analisis jabatan kemudian dibuat uraian tugas untuk masing-masing jabatan tersebut, sehingga masing-masing unit dapat bekerja dengan tepat, dalam arti arti tidak melaksanakan tugas dan tanggungjawab secara tumpang tindih, maka diperlukan pembagian tugas (job description) masing-masing. Dengan adanya job description  juga dimaksudkan agar antarunit kerja yang sederajat ada keseimbangan beban tugas antara unit kerja yang satu dengan yang lain.

Ujung dari suatu sistem, perencanaan, dan program adalah prosedur kerja. Untuk memperlancar kegiatan UPI Kampus Cibiru telah menyusun prosedur kerja dalam bentuk Prosedur Operasi Baku (POB) dengan bimbingan Satuan Penjaminan Mutu (SPM). Penyusunan POB pada tingkat fakultas dilakukan oleh satuan Kendali Mutu (SKM) dan pada tingkat jurusan dan program studi oleh Gugus Kendali Mutu (GKM).

 

Sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya fakultas melakukan koordinasi dengan jurusan dan program studi di dalam perencanaan, pelaksanaan, penempatan, dan evaluasi program. Fakultas lebih berperan sebagai fungsi koordinatif dan memberikan arahan kebijakan yang harus dilakukan oleh jurusan dan program studi, sesuai dengan Renstra dan target capaian Renstra yang dituangkan dalam “Rambu-Rambu Penjabaran Renstra UPI Tahun 2011-2015” (Lampairan 1). Pada Rambu-Rambu Penjabaran Renstra UPI Tahun 2011-2015 secara jelas diuraikan target-target program yang harus dicapai pada tiap tahunnya, sehingga menjadi blue print rencana operasional pencapaian Renstra. Untuk mengukur ketercapaian program dilakukan penjaminan mutu secara internal yang dilakukan oleh Satuan Kendali Mutu (SKM) pada tingkat fakultas dan Gugus Kendali Mutu (GKM) pada tingkat jurusan dan program studi, serta monitoring dan evaluasi oleh TIM Monev.