Accessibility Tools
Salah satu Dosen PGSD Kampus UPI Cibiru, Dr. Yona Wahyuningsih, M.Pd., menjadi salah satu pemateri utama dalam kegiatan seminar Pendidikan Nasional dengan tema Pembelajaran Resolusi Konflik berbasis Cartoon Digital dalam Pembelajaran Mendalam (PRK-CD dalam Deep Learning). Adapun sasaran peningkatan mutu pendidikan yang utama adalah Guru. SEI Diklat (Science of Empowerment and Innovation) menyelenggarakan program Diklat Deep Learning secara daring pada hari Minggu, tanggal 24 Agustus 2025 yang dinarasumberkan oleh Dosen PGSD yaitu Dr. Yona Wahyuningsih, M.Pd mendampingi salah satu widiasywara BBGTK Provinsi Jawa Barat yaitu Dr. Sumarna, M.Pd.
Diklat Deep Learning ini bertujuan untuk membekali peserta dengan pemahaman konsep dasar pembelajaran mendalam yang telah dilaksanakan pada kurikulum jenjang pendidikan Indonesia sekaligus mengembangkan proses pembelajaran mendalam dengan merancang modul ajar pembelajaran mendalam itu sendiri. Program ini tidak hanya memberikan pengalaman belajar berbasis proyek nyata, tetapi juga memperkuat kesiapan peserta dalam menghadapi kebutuhan dunia kerja yang semakin menuntut literasi data dan keterampilan teknologi.
Dr. Yona Wahyuningsih menyampaikan tiga konsep penting pengalaman pembelajaran mendalam yaitu konsep Mindfull Learning, Meaningfull Learning dan Joyfull Learning. Keterkaitan konsep ini diharapkan agar guru mampu menumbuhkan proses pembelajaran yang dialami oleh siswa secara utuh yakni mereka menjadi lebih sadar dan bertanggung jawab (berkesadaran), memahami arti dari apa yang dipelajari dan mampu mengaplikasikannya (bermakna), serta menikmati proses belajar sehingga lebih termotivasi (menggembirakan). Hasilnya, terciptalah generasi pembelajar seumur hidup yang mandiri, kritis, kreatif, dan bahagia.
Selain itu, “Model Pembelajaran Resolusi Konflik berbasis Cartoon Digital (PRK-CD) sebagai salah satu model pembelajaran, karena memiliki keterkaitan pada kerangka yaitu praktik pedagogis, kemitraan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, dan pemanfaatan digital sehingga mampu menciptakan pengalaman belajar
mendalam karena yang dijadikan contoh untuk diterapkan yaitu Mindfull Learning, Meaningfull Learning dan Joyfull Learning,”.ujarnya.
Melalui Diklat Deep Learning ini, diharapkan para guru dapat terus menciptakan Prinsip Pembelajaran berkesadaran, bermakna, menggembirakan dengan berbagai inovasi untuk anak didiknya.