Accessibility Tools
Bandung, 16 Juni 2025 – Mahasiswa Program Penguatan Profesional Kependidikan (P3K) Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Cibiru sukses menyelenggarakan Seminar dengan judul “PAMUNGKAS (Pagelaran Musik dari Barang Bekas”. Kegiatan ini dilaksanakan di SDN 019 Pabaki Bandung dan diikuti oleh 78 peserta yang terdiri atas kepala sekolah, seluruh guru dan staf sekolah, serta siswa-siswi. Seminar ini adalah bagian dari kegiatan program P3K yang digagas oleh mahasiswa Simanjuntak Grace Octora (ketua pelaksana), Ainun Nurlatifah, Putri Hurun, Reviliani, dan Yoga Firmansyah, dengan pendampingan dari Dosen Pembimbing Lapangan, Ranu Sudarmansyah, M. Pd.
Pada seminar ini menghadirkan bapak Ranu Sudarmansyah, M. Pd sebagai pemateri dalam menyampaikan tentang barang bekas, manfaat dan fungsinya, serta hasil dari pemanfaatan barang bekas tersebut yang dapat menunjukan bakat siswa-siswi di SDN 019 Pabaki bandung. Seminar tersebut menghasilkan penampilan dari siswa-siswi yang berjumlah 18 orang dalam bermain alat musik dari barang bekas dan bernyanyi. Siswa-siswi awalnya diarahkan untuk membawa beberapa barang bekas dari rumah masing-masing, seperti botol kosong berisi sedikit beras, ember atau kaleng yang sudah tidak terpakai, botol kaca yang sudah tidak terpakai, dan beberapa sendok. Pertemuan pertama, mereka diajak untuk mengetahui terlebih dahulu kegiatan yang akan dilakukan, menentukan lagu, dan diberikan pengertian bagaimana caranya mengenal ketukan dan membuat ketukan dari barang bekas yang akan dipakai. Pada pertemuan kedua, mereka mulai membawa alat yang mereka punya.
Setiap pertemuan Latihan hanya memerlukan waktu 1 jam. Di pertemuan ketiga, mereka sudah dapat beradaptasi dengan alat masing-masing. Namun, terkadang ada kendala seperti beberapa dari anggota tidak dapat hadir karena sakit atau sedang ada keperluan sehingga anak-anak yang hadir sedikit kesulitan dalam mengatur ketukan. Mereka sangat bersemangat untuk dapat tampil dengan menunjukan hasil latihan mereka. Walau hampir setiap latihan mereka harus mengulang beberapa kali karena ada salah ketukan, hal tersebut tidak menyurutkan keinginan mereka untuk dapat tampil dengan bagus.
Terlepas dari semangat anak-anak, ternyata semangat dan dukungan dari orangtua mereka pun sangat besar. Orangtua mereka sangat senang ketika siswa-siswa dapat tampil. Respon bagus dari orangtua ketika anak-anak sedang latihan membuat anak-anak dan kami turut bersemangat ketika latihan berlangsung. Ketika tampil, siswa mengenakan baju pangsi dengan ikat kepala dan siswi mengenakan kebaya. Seminar ini membawakan banyak dampak positif bagi seluruh pihak. Antusiasme dari siswa-siswi, guru di SDN 019 Pabaki, serta orangtua siswa-siswi tersebut sejak awal terbentuknya “Pamungkas” merupakan jalan bagi kami dalam melaksanakan kegiatan ini. Banyaknya dukungan untuk siswa-siswi memberikan mereka semangat untuk latihan dan tampil dengan baik.
Melalui seminar ini, banyak pembelajaran berharga yang tersampaikan. Dimulai dari pengertian dan contoh nyata tentang penggunaan barang bekas yang menjadi manfaat sehingga anak-anak tidak hanya paham akan pengertiannya saja melainkan dengan contoh melalui hal yang mereka lakukan. Kemudian, tanggapan positif dari guru, orangtua siswa, bahkan siswa-siswi anggota Pamungkas yang membuat acara ini berjalan dengan lancar. Lalu terdapat bukti nyata jika kerjasama yang bagus akan memberikan hasil yang bagus juga, dan kami sebagai guru dapat melihat bakat dari siswa-siswi anggota Pamungkas yang dapat dikembangkan pada jenjang berikutnya.