Accessibility Tools

Mahasiswa PGSD UPI Cibiru Gelar Seminar Nasional untuk Tingkatkan Kompetensi Guru Melalui Pembelajaran Berorientasi Deep Learning dengan Model RADEC

Bandung, 4 Juni 2025 – Mahasiswa Program Penguatan Profesional Kependidikan (P3K) Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Cibiru sukses menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Peningkatan Kompetensi Guru melalui Sosialisasi dan Workshop Pembelajaran Berorientasi Deep Learning dengan menggunakan Model RADEC”. Kegiatan ini dilaksanakan di SDN Dahniar dan diikuti oleh 27 peserta yang terdiri atas guru kelas, guru mata pelajaran, dan kepala sekolah. Seminar ini merupakan bagian dari implementasi program P3K yang digagas oleh mahasiswa Delis Fitriya Nur Hidayah (ketua pelaksana), Farha Salsabila, Maudy Mudiyartii, Nathanael Steven, dan Rhini Farlina Aprilliani, dengan pendampingan dari Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Rendi Restiana Sukardi, M.Pd.

Seminar menghadirkan tiga narasumber berkompeten dalam bidang pendidikan dasar. Dr. Santi Setiani Hasanah, M.Pd. dari BBGTK Jawa Barat membuka sesi pemaparan dengan materi bertema “Pembelajaran Deep Learning dalam Konteks STEM”. Ia menekankan bahwa deep learning dalam pendidikan bukan sekadar teknologi, tetapi pendekatan pembelajaran yang mendorong pemahaman konseptual, keterampilan berpikir tingkat tinggi, dan penerapan pengetahuan dalam kehidupan nyata. Prinsip-prinsip seperti pemecahan masalah kompleks, pengembangan proyek, eksperimen ilmiah, dan penggunaan data nyata dijelaskan sebagai fondasi integrasi antara deep learning dan pendekatan STEM. Guru, menurutnya, memiliki peran sentral sebagai fasilitator, perancang pembelajaran kontekstual, dan pengembang asesmen berbasis proses.

Materi kedua disampaikan oleh Dr. Rendi Restiana Sukardi, M.Pd., dosen Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Cibiru, yang mengangkat topik “Multiliterasi dan Karakter melalui Pembelajaran RADEC”. Ia menjelaskan bahwa di era abad ke-21, kompetensi literasi meluas menjadi multiliterasi yang mencakup literasi digital, media, lingkungan, hingga kewarganegaraan. Model RADEC (Read, Answer, Discuss, Explain, Create) menjadi kerangka efektif untuk mengembangkan beragam literasi sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter pada peserta didik. Setiap tahapan RADEC tidak hanya dirancang untuk membangun keterampilan akademik, tetapi juga memperkuat etos kerja, kolaborasi, tanggung jawab, dan kreativitas siswa dalam konteks kehidupan yang nyata dan relevan.

Sesi ketiga dibawakan oleh Siti Romlah Noer Hodijah, M.Pd., Kaprodi Pendidikan IPA Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, dengan topik “Asesmen dalam Pembelajaran RADEC”. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya asesmen yang komprehensif dan berorientasi proses, sesuai dengan semangat Kurikulum Merdeka. Penilaian dilakukan tidak hanya terhadap hasil akhir, tetapi juga terhadap proses pembelajaran, partisipasi siswa, dan produk yang dihasilkan. Teknik asesmen yang digunakan meliputi praktik, proyek, dan portofolio, serta mencakup domain kognitif, afektif, dan psikomotorik. Tujuan dari asesmen ini adalah untuk memfasilitasi pembelajaran yang utuh dan berkelanjutan, serta mengidentifikasi potensi dan minat siswa secara lebih mendalam.

Kepala SDN Dahniar, Ibu Enok Sumarni, S.Pd., melalui sambutan yang dibacakan oleh Ibu Enah Djuanah, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan seminar ini. Ia menyatakan bahwa kegiatan ini memberikan wawasan berharga dalam memilih dan menerapkan model pembelajaran yang efektif, khususnya Model RADEC, untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah. Seminar ditutup dengan sesi diskusi yang interaktif, di mana para guru sangat antusias berdialog dan bertanya kepada para narasumber. Salah satu momen menarik terjadi saat Dr. Rendi memberikan doorprize berupa buku hasil karyanya kepada peserta yang aktif bertanya, yakni Ibu Enah Djuanah, yang menyatakan rasa senangnya atas ilmu dan hadiah yang diperoleh.

Seminar nasional ini tidak hanya menjadi ajang penguatan kompetensi guru, tetapi juga menunjukkan sinergi positif antara kampus dan sekolah dalam mewujudkan transformasi pembelajaran yang lebih bermakna dan kontekstual. Dengan mengusung pendekatan deep learning dan model RADEC, para guru diharapkan dapat semakin adaptif dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman dan karakter siswa masa kini.

 

  • Dilihat: 290