MINGGU KE-4 DI BANGKOK (Catatan PPL di SIB)

 

Bangkok - Tak terasa tepat sebulan kami mengukir cerita dan pengalaman di Bangkok.Semakin banyak hal-hal baru yang kami temukan disini.Mulai dari uniknya siswa siswi SIB, ramahnya guru SIB serta perangkat KBRI maupun tempat-tempat menarik di Bangkok. Gambar diatas merupakan gedung KBRI dan letak SIB tercinta tepat di belakang gedung tersebut. Setiap pagi kami disambut oleh Mars SIB dan pekerja SIB yang ramah dan asli orang Thailand. Inilah SIB tempat kami belajar dan mendapat pengalaman menarik selama 2 bulan kedepan.

Rutinitas setiap pagi di SIB yaitu menyambut siswa dengan memberikan salam “SelamatPagi” dan melakukan apel pagi. Hal ini dilakukan untuk tetap menjaga kebersamaan,  kekompakan dan rasa kekeluargaan sesama warga Negara Indonesia (WNI). Berikut ini foto-foto yang berhasil diabadikan. Terlihat dalam foto terdapat Bapak Olih Sodikulhikmah selaku Kepala Sekolah SIB dan guru-guru PPL yang menyambut siswa serta anak OSIS yang berjaga mengecek kelengkapan atribut siswa siswi SIB.

Berikut merupakan suasana apel pagi yang kami lakukan setiap pukul 08.00 pagi waktu Bangkok.

Pagi itu di tanggal 10 Maret siswa kelas IV dan kelasV sedang melaksanakan UTS praktek Penjaskes yang dilakukan di Sport Hall SIB dengan di pandu oleh Pak Didid selaku guru Penjaskes SIB.

Setelah olah raga kami langsung melakukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Siswa dan siswi SIB tiap jenjang pendidikannya relatif sedikit biasanya setiap kelas jumlahnya tidak lebih dari 10 orang. Namun hal ini tidak menyurutkan semangat mereka untuk tetap belajar dengan tekun dalam menggapai cita-cita.  Berikut suasana belajar siswa kelas V SD SIB saat pembelajaran Matematika.

Adapun suasana pembelajaran tematik dengan menggunakan HP sebagai sumber belajar secara berkelompok siswa dan siswi SIB boleh membawa HP untuk menghubungi orang tua mereka saat pulang sekolah namun tidak di perbolehkan memainkan HP saat jam pelajaran,  kecuali saat pulang sekolah dan mereka selalu mengumpulkan HP nya di satu tempat pensil sesuai kelasnya masing-masing kemudian di kumpulkan di meja guru SIB.

Untuk pembelajaran dengan menggunakan HP menggunakan surat izin dari guru pada pembelajaran yang bersangkutan. Seperti pembelajaran diatas menggunakan HP agar mereka mengeksplor sendiri pengetahuannya dan tentunya masih pada bimbingan guru.

Setelah belajar, siswa istirahat pertama pukul 10.00 dan istirahat kedua pukul 12.00, biasanya istirahat pertama siswa membawa bekal dari rumah atau membeli makanan di kedai dan tak jarang siswa juga berkumpul di halaman sekolah dengan teman-teman dan guru-guru SIB dan PPL lainnya.

Saat jam istirahat kedua biasanya siswa melakukan solat berjamaah dan makan siang. Adapun kantin sekolah yang menyediakan beragam makanan halal khas Indonesia seperti rawon, sambel goreng kentang udang, ayam goreng, tumis brokoli, gorengan tempe dan tahu, sayur daun singkong dan lainnya.

Gambar diatas merupakan suasana di kantin saat memesan makanan. Rata-rata untuk harga makanan disana sekitar 60-80 bath atau 30-40 ribu. Cukup terjangkau dengan harga tersebut karena makanan disana enak dan worth it.


Begitulah rutinitas kami selama seminggu dari Senin - Jumat. Namun khusus minggu ini di hari Jumat kami izin tidak mengajar karena akan mengurus perpanjang visa (izin tinggal) untuk sebulan kedepan. Kami pun berangkat dari apartement kekantor imigrasi pagi jam 05.30 pagi waktu Bangkok dan masih gelap sekali pagi hari di Bangkok tidak seperti di Indonesia.

Kami menggunakan bis no 29 seharga 7 bath atau Rp. 3.500 dilanjut dengan bis no 166 seharga 18 bath atau Rp. 9.000.

Inilah suasana kantor imigrasi Thailand dan untuk memperpanjang kita harus membayar 1.900 bath atau Rp. 850.000. usahakan bayar dengan uang pas agar lebih cepat prosesnya. Dengan membawa persyaratan seperti fotocopy paspor, formulir perpanjang Visa dan passfoto berukuran 4 x 6. Akhirnya kami berhasil memperpanjang Visa selama di Bangkok. Setelah itu kami pulang dengan menggunakan BTS dari National ke Ratchatewi sekitar 23 bath atau Rp. 11.500.

Sabtu 16 Maret 2019 menjadi momen yang tak terlupakan bagi kami, karena untuk pertama kalinya setelah terik matahari yang setia menemani hari-hari kita selama di Bangkok, akhirnya tergantikan oleh hujan. Bangkok hujan…… meskipun gerimis rintik tapi membuat udara disini menjadi lebih sejuk. Berikut suasana setelah hujan di Bangkok dan beberapa titik jalan di hiasi oleh genangan air hujan yang sudah lama kami nantikan.

Minggu pagi kami masak-masak di apartement dan makan bersama…..

Sekian cerita minggu keempat di Bangkok. Nantikan perjalanan kami selama di Bangkok selanjutnya… [FitriOktaviaPutriasni]